China 'Serang' Jepang, Mitsubishi Kini Masuk Daftar Kontrol Ekspor
Kredit Foto: Istimewa
Beijing menegaskan tidak akan menyetujui ekspor apa pun yang melibatkan pengguna akhir militer, penggunaan militer atau aktivitas lain yang dinilai dapat memperkuat kapabilitas militer dari Jepang.
China juga menekankan bahwa kebijakan tersebut hanya menyasar sejumlah kecil perusahaan Jepang dan terbatas pada barang penggunaan ganda, sehingga tidak akan memengaruhi hubungan perdagangan dan ekonomi dari China-Jepang.
Baca Juga: Amerika Serikat (AS): China Akan Punya Lebih dari Seribu Hulu Ledak Nuklir di 2030
“Perusahaan Jepang yang beroperasi dengan itikad baik dan mematuhi hukum tidak perlu merasa khawatir,” ungkap Juru Bicara Kementerian Perdagangan China.
Langkah China ini berpotensi menambah ketegangan hubungan dagang dan keamanan di Asia Timur. Hubungan Beijing-Tokyo tengah menanas berbarengan meningkatnya perhatian kawasan terhadap isu pertahanan, teknologi strategis dan stabilitas geopolitik regional.
Sebelumnya, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mematik ketegangan dengan menyatakan pihaknya dapat meluncurkan respons militer jika terjadi serangan terhadap Taiwan.
China bereaksi keras terhadap pernyataan tersebut. Beijing memperingatkan akan mencegah kebangkitan kembali militerisme dari Jepang.
Baca Juga: Raksasa Eropa, Jepang dan China Berebut Proyek Hijau Danantara Indonesia
China juga sempat memberlakukan langkah balasan ekonomi, termasuk pembatasan perjalanan ke dan pembatasan ekspor sejumlah material strategis ke Jepang.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: