Kredit Foto: Istimewa
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 3,8% YoY menjadi Rp270,5 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan dana murah (current account saving account/CASA) sebesar 10,1% YoY menjadi Rp189,5 triliun, sehingga rasio CASA meningkat menjadi 70,0%.
Dari sisi permodalan, CIMB Niaga menjaga rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) di level 24,8% dan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 86,8%. Total aset konsolidasian tercatat Rp372,7 triliun per 31 Desember 2025.
“Yang semakin memperkuat posisi CIMB Niaga sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia,” tambah Lani.
Baca Juga: CIMB Niaga Finance (CNAF) Terbitkan Sukuk Rp900 Miliar, Segini Imbal Hasilnya
Kualitas aset tetap terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah bruto (non-performing loan/NPL) sebesar 1,81% dan cost of credit (CoC) yang turun menjadi 0,74%. Sementara itu, return on equity (ROE) tercatat sebesar 13,0%.
“Menunjukkan kapasitas bank dalam menghasilkan profitabilitas yang stabil, dengan tetap menjaga profil keuangan yang disiplin dan solid,” terangnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: