Kredit Foto: (Istimewa)
Bonus Hari Raya (BHR) bagi pengemudi transportasi daring tahun ini, bukan sekadar insentif musiman.
Bagi Grab Indonesia, kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi mempertahankan loyalitas jutaan mitra, sekaligus memperkuat struktur jaringan bisnisnya, di tengah kompetisi industri yang semakin ketat.
Grab meyebutkan jumlah mitra ojol dan taksi online yang aktif harian mencapai 3,7 juta.
Namun, sekitar 19–20% di antaranya hanya mengambil satu pesanan dalam sebulan.
Pola ini mencerminkan karakter kerja yang fleksibel, di mana tidak seluruh mitra bergantung penuh pada platform sebagai sumber pendapatan utama.
Di titik inilah perusahaan perlu menjaga tingkat keterlibatan mitra agar tetap stabil.
Dalam konteks tersebut, BHR berfungsi sebagai instrumen pengikat.
Neneng Goenadi selaku CEO Grab Indonesia menyampaikan, komitmen tahun ini akan lebih baik dibanding periode sebelumnya, meskipun detail akhir masih menunggu kepastian kebijakan pemerintah.
“Kami mengapresiasi teman-teman mitra pengemudi yang berprestasi, dan konsistensi layanan dan komitmen yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya," ungkap Neneng Goenadi dalam sesi jumpa media bersama Grab Indonesia di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Alokasi dana lebih dari Rp100 miliar tidak hanya diarahkan untuk BHR.
Baca Juga: Grab Siapkan Rp100 Miliar Lebih untuk Mitra, BHR Cair Sebelum Lebaran 2026
Program tersebut juga mencakup pembiayaan perlindungan sosial bagi mitra berprestasi serta pelatihan peningkatan kapasitas.
Kebijakan BHR mencerminkan transformasi hubungan antara perusahaan aplikasi dan mitra.
Meski status kemitraan tetap berbeda dari pekerja formal, pola insentif yang diterapkan mulai menyerupai skema benefit di sektor konvensional.
Perubahan ini memperlihatkan bagaimana model bisnis digital di Indonesia terus beradaptasi, tidak hanya sebagai perantara layanan, tetapi juga sebagai penggerak kesejahteraan berbasis kinerja. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: