Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Tips Membeli Mobil Listrik Pertama untuk Pemula agar Tidak Salah Pilih

Tips Membeli Mobil Listrik Pertama untuk Pemula agar Tidak Salah Pilih Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Mobil listrik kini semakin populer di Indonesia seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan dan efisiensi biaya operasional. Selain itu, beragam pilihan model baru mobil listrik dengan harga yang semakin kompetitif, juga semakin menjadi pilihan rasional bagi kebutuhan mobilitas harian di perkotaan.

Hal Penting yang Harus Dipahami Sebelum Membeli Mobil Listrik

Namun sebelum memutuskan membeli, ada sejumlah hal mendasar yang perlu dipahami agar keputusan tidak berujung penyesalan.

Infrastruktur Charging di Kota Anda

Ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) menjadi faktor krusial. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Bali, jaringan pengisian daya relatif lebih memadai. Namun di beberapa kota kecil, khususnya wilayah luar Jawa, jumlah SPKLU masih terbatas.

Calon pembeli perlu mengecek:

  • Lokasi SPKLU terdekat dari rumah dan kantor
  • Jenis charger (AC atau DC fast charging)
  • Waktu yang dibutuhkan untuk pengisian

Jika infrastruktur publik belum memadai, solusi paling realistis adalah mengandalkan pengisian daya di rumah (home charging).

Kebutuhan Harian vs Kapasitas Baterai

Banyak calon pembeli terpaku pada angka jarak tempuh maksimum. Padahal yang lebih penting adalah menyesuaikan kapasitas baterai dengan kebutuhan harian.

Jika mobil hanya digunakan untuk aktivitas dalam kota dengan jarak 30–50 km per hari, mobil listrik dengan jarak tempuh 200–300 km sudah lebih dari cukup. Membeli varian baterai besar tanpa kebutuhan jelas justru membuat biaya awal membengkak.

Sebaliknya, bagi pengguna yang sering bepergian antar kota, kapasitas baterai dan ketersediaan fast charging sebaiknya menjadi pertimbangan utama.

Cara Menentukan Budget yang Realistis

Membeli mobil listrik bukan hanya soal harga kendaraan. Ada sejumlah komponen biaya lain yang harus diperhitungkan sejak awal.

Harga Mobil

Saat ini, harga mobil listrik entry-level di Indonesia umumnya berada di kisaran Rp200 jutaan hingga Rp400 jutaan. Perlu dicermati juga apakah harga tersebut sudah termasuk insentif pemerintah, potongan pajak, atau promo tertentu.

Skema kredit, uang muka, dan tenor cicilan juga harus dihitung dengan cermat agar tidak membebani arus kas bulanan.

Biaya Home Charging

Instalasi home charger memerlukan:

  • Penambahan daya listrik rumah (jika belum mencukupi)
  • Pembelian perangkat wall charger
  • Biaya instalasi

Biaya totalnya bisa bervariasi tergantung kondisi rumah dan daya awal yang dimiliki. Namun investasi ini penting untuk kenyamanan penggunaan jangka panjang.

Biaya Asuransi & Pajak

Meski mobil listrik mendapat insentif pajak di beberapa daerah, biaya asuransi tetap perlu diperhitungkan. Premi asuransi mobil listrik bisa sedikit berbeda karena harga baterai yang mahal. Pastikan memahami skema perlindungan baterai serta masa garansi yang ditawarkan pabrikan.

Perbandingan Mobil Listrik Entry-Level di Indonesia

Segmen entry-level saat ini diisi oleh beberapa model populer seperti:

  • Wuling Air ev
  • Wuling BinguoEV
  • BYD Dolphin
  • Chery Omoda E5

Wuling Air ev unggul dari sisi harga dan kepraktisan untuk penggunaan dalam kota. BYD Dolphin menawarkan fitur keselamatan dan jarak tempuh lebih panjang. Sementara Chery Omoda E5 bermain di segmen SUV dengan dimensi lebih besar dan fitur lebih lengkap.

Pemilihan model sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan mobilitas, kapasitas penumpang, serta fitur keselamatan yang diinginkan.

Kesalahan Umum Pemula Saat Membeli Mobil Listrik

Beberapa kesalahan yang sering terjadi antara lain:

  1. Tidak mengecek kesiapan daya listrik rumah.
  2. Terlalu fokus pada harga murah tanpa mempertimbangkan jarak tempuh.
  3. Mengabaikan biaya instalasi charger.
  4. Tidak memahami skema garansi baterai.
  5. Membeli karena tren, bukan kebutuhan nyata.

Mobil listrik memang menawarkan banyak keuntungan, tetapi tetap harus dibeli dengan perhitungan matang.

Checklist Sebelum Deal Membeli Mobil Listrik

Sebelum menandatangani SPK, pastikan hal berikut sudah dilakukan:

  • Test drive dan rasakan karakter berkendara
  • Hitung total biaya kepemilikan (TCO) minimal 3–5 tahun
  • Pastikan garansi baterai jelas dan tertulis
  • Cek ketersediaan bengkel resmi di kota Anda
  • Pastikan daya listrik rumah memadai

Dengan persiapan yang tepat, mobil listrik bukan hanya menjadi simbol gaya hidup modern, tetapi juga solusi mobilitas yang efisien dan berkelanjutan untuk jangka panjang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait:

Bagikan Artikel: