Kredit Foto: Ist
Mayoritas mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan tinggi di Rusia saat ini menjalani kuliah tanpa biaya melalui program kuota yang disediakan Pemerintah Federasi Rusia. Pada tahun akademik berjalan, lebih dari 500 mahasiswa Indonesia tercatat belajar di berbagai universitas di negara tersebut.
Data tersebut menunjukkan Rusia masih menjadi salah satu tujuan pendidikan luar negeri bagi mahasiswa Indonesia, terutama melalui skema beasiswa penuh yang diberikan pemerintah setempat.
Rusia saat ini merupakan salah satu pusat pendidikan tinggi dunia dengan sekitar 400.000 mahasiswa internasional yang menempuh studi di berbagai institusi pendidikan tinggi. Secara global, negara tersebut menempati peringkat ketujuh dalam ekspor pendidikan.
Selain itu, lebih dari 1,5 juta lulusan asing dari universitas Rusia dan Uni Soviet tercatat bekerja di lebih dari 180 negara.
Bidang studi yang paling banyak diminati mahasiswa Indonesia di Rusia meliputi hubungan internasional, manajemen, kedokteran, serta minyak dan gas. Sejumlah mahasiswa juga memilih program studi di bidang teknologi informasi, ilmu komputer, matematika, dan disiplin ilmu teknik lainnya.
Salah satu faktor yang mendukung minat mahasiswa Indonesia adalah adanya perjanjian pengakuan timbal balik pendidikan antara Indonesia dan Rusia. Dengan skema tersebut, ijazah yang diperoleh dari universitas Rusia dapat diakui di Indonesia tanpa melalui proses verifikasi tambahan yang kompleks.
Pemerintah Rusia menyediakan dua jalur utama bagi mahasiswa asing untuk memperoleh pendidikan gratis. Pertama melalui kuota beasiswa Pemerintah Federasi Rusia. Kedua melalui prestasi akademik, yakni menjadi pemenang atau peraih posisi runner-up dalam olimpiade yang diselenggarakan universitas Rusia maupun kompetisi internasional.
Wakil Menteri Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Rusia Andrey Omelchuk mengatakan pemerintah terus memperluas dukungan bagi mahasiswa internasional yang berprestasi.
“Rusia menawarkan peluang yang luas bagi warga negara asing untuk memperoleh pendidikan berkualitas tinggi secara gratis, dan kesempatan ini dimanfaatkan secara aktif oleh para mahasiswa. Selain itu, tahun lalu kami meluncurkan program hibah baru untuk mendukung para calon mahasiswa berbakat. Para pemenang dan peraih posisi runner-up dalam Olimpiade Internasional Open Doors mendapatkan paket dukungan yang lebih luas, yang mencakup tidak hanya pembebasan biaya kuliah dan beasiswa, tetapi juga biaya perjalanan, akomodasi, serta asuransi kesehatan. Kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Rusia berupaya memastikan mahasiswa berbakat dari luar negeri dapat sepenuhnya fokus pada studi mereka dan merasa senyaman mungkin selama berada di negara kami,” ujar Andrey Omelchuk.
Untuk jalur pendidikan berbayar, proses penerimaan mahasiswa internasional di universitas Rusia dimulai pada Juni setiap tahun. Calon mahasiswa dapat mengajukan pendaftaran melalui situs resmi universitas, platform Ru.ID, maupun panitia penerimaan masing-masing perguruan tinggi.
Baca Juga: Dibuka 13 Juli, SPMB SMP Negeri Tangsel 2026 Sediakan 9.976 Kursi dan 5.000 Beasiswa
Baca Juga: Tingkatkan Sektor Pariwisata, Rusia Godok Kebijakan Bebas Visa Penuh Bagi WNI
Baca Juga: Arab Saudi Buka Beasiswa Internasional 2026 untuk Mahasiswa Indonesia hingga Akhir Mei 2026
Dalam proses seleksi, universitas dapat menerapkan ujian maupun wawancara sesuai program studi yang dipilih. Besaran biaya pendidikan dan persyaratan akademik juga berbeda pada setiap kampus.
Pemerintah Rusia saat ini juga terus mengembangkan infrastruktur pendidikan melalui pembangunan kampus berstandar internasional yang dilengkapi laboratorium modern, ruang kerja bersama (coworking space), perpustakaan, fasilitas olahraga, serta berbagai komunitas mahasiswa.
Melalui berbagai skema pembiayaan pendidikan tersebut, Rusia berupaya meningkatkan jumlah mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia, pada berbagai bidang studi strategis.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri