Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laba United Tractors (UNTR) Susut Jadi Rp14,81 Triliun di 2025, Ini Biang Keroknya

Laba United Tractors (UNTR) Susut Jadi Rp14,81 Triliun di 2025, Ini Biang Keroknya Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT United Tractors Tbk (UNTR) membukukan laba bersih Rp14,81 triliun sepanjang 2025, merosot 24% dibandingkan akhir 2024 yang mencapai Rp19,53 triliun. Sejalan dengan itu, laba per saham ikut turun ke Rp4.082 dari sebelumnya Rp5.378.

"Laba bersih Perseroan turun disebabkan oleh penurunan kontribusi dari segmen kontraktor penambangan yang terkendala curah hujan tinggi dan segmen pertambangan batu bara termal dan metalurgi akibat harga jual batu bara yang lebih rendah," kata Corporate Secretary UNTR, Ari Setiyawan, dalam keterangan tertulis, Jumat (27/2).

Dari sisi pendapatan, UNTR mengantongi Rp131,3 triliun pada 2025, turun 2% dari Rp134,42 triliun pada periode 2024. Segmen kontraktor penambangan menjadi kontributor terbesar dengan raihan Rp54,1 triliun, namun angka ini 7% lebih rendah dibandingkan 2024. Bisnis ini dijalankan oleh PT Pamapersada Nusantara (PAMA) dan anak usahanya PT Kalimantan Prima Persada.

Baca Juga: Laba Turun Jadi Rp32,76 Triliun di 2025, Bos Astra (ASII) Ungkap Penyebabnya

"Sampai dengan triwulan keempat tahun 2025, PAMA Grup mencatatkan volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) yang lebih rendah sebesar 10% menjadi 1.100 juta bcm dan volume produksi batu bara untuk para kliennya sebesar 148 juta ton dengan rata-rata stripping ratio sebesar 7,4x. Pemindahan tanah yang lebih rendah terutama disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan penurunan stripping ratio pada beberapa kontrak klien," ujar Ari.

Segmen mesin konstruksi membukukan pendapatan Rp36,6 triliun, turun 2% secara tahunan. Dari total penjualan alat berat, 60% diserap sektor pertambangan, 14% perkebunan, 15% konstruksi, dan 11% kehutanan.

Sementara itu, lini pertambangan batu bara termal dan metalurgi yang dijalankan PT Tuah Turangga Agung (Turangga Resources) mencatat pendapatan Rp24,2 triliun, turun 7% dari tahun sebelumnya.

Baca Juga: UNTR Respons Wacana Pengalihan Tambang Martabe hingga Gugatan Rp200,99 Miliar

Adapun segmen pertambangan emas dan mineral lainnya menjadi penopang dengan lonjakan pendapatan 41% menjadi Rp14,0 triliun, terutama terdorong penguatan harga emas.

Dari sisi neraca, total aset UNTR meningkat menjadi Rp177,63 triliun dari Rp169,48 triliun. Liabilitas naik menjadi Rp74,5 triliun dari Rp71,3 triliun, sedangkan ekuitas tumbuh menjadi Rp103,13 triliun dibandingkan Rp98,17 triliun pada akhir 2024.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Bagikan Artikel: