Kredit Foto: Pertamina
PT Pertamina Patra Niaga (PPN) memastikan Kilang Dumai dan Kilang Balongan resmi meraih sertifikasi keberlanjutan internasional untuk produksi Sustainable Aviation Fuel (SAF).
Kedua kilang tersebut memperoleh sertifikasi International Sustainability and Carbon Certification (ISCC) European Union (EU) serta Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation (CORSIA) sebagai Processing Refinery.
Corporate Secretary PPN Roberth M.V. Dumatubun mengatakan sertifikasi tersebut menjadi langkah penting dalam pengembangan PertaminaSAF berbahan baku minyak jelantah atau Used Cooking Oil (UCO).
"Kilang Dumai dan Kilang Balongan resmi meraih sertifikasi keberlanjutan internasional yaitu ISCC EU dan CORSIA sebagai Processing Refinery. Ini merupakan pencapaian penting dalam pengembangan energi rendah karbon dan kemandirian energi," kata Roberth dalam keterangan resmi, Jumat (27/2/2026).
Dengan perolehan sertifikasi tersebut, kedua kilang dinyatakan memenuhi persyaratan keberlanjutan global yang menjadi aspek mandatori dalam produksi dan perdagangan SAF di pasar internasional.
Roberth mengatakan keberhasilan Kilang Cilacap akan direplikasi di Dumai dan Balongan.
"Keberhasilan Kilang Cilacap akan kami replikasi di Kilang Dumai dan Kilang Balongan," ujarnya.
Ia menambahkan tanpa sertifikasi tersebut, produk bioavtur tidak dapat dikategorikan sebagai SAF dan tidak diakui dalam skema keberlanjutan global.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Beri THR E-Voucher Total Rp150 juta Selama Ramadan untuk Pengguna MyPertamina
Pengembangan kapasitas produksi PertaminaSAF di kilang eksisting menjadi bagian dari strategi perusahaan memperluas portofolio bisnis rendah karbon. Dumai dan Balongan ditargetkan siap melakukan uji coba pengolahan UCO menjadi certified SAF pada 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Aldi Ginastiar