- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Storage Minyak Mentah Kapasitas 3 Bulan Dibangun Swasta, Asosiasi Bilang Gini
Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Bumi (Aspermigas) Moshe Rizal menyoroti rencana pembangunan fasilitas penyimpanan (storage) minyak mentah dengan kapasitas cadangan hingga tiga bulan.
Ia menyatakan fasilitas strategis tersebut seharusnya dikelola oleh negara.
Moshe mengatakan cadangan energi strategis perlu berada di bawah kendali negara atau badan usaha milik negara (BUMN).
“Ini kan perlu diperjelas investornya. Kalau itu cadangan strategis, seharusnya negara yang bangun, atau BUMN,” ujarnya kepada Warta Ekonomi, dikutip Jumat (6/3/2026).
Menurut dia, jika pembangunan dan kepemilikan fasilitas tersebut berada di tangan swasta, maka orientasinya akan lebih mengarah pada bisnis.
“Kalau dimiliki swasta, fokusnya pasti ke bisnis dan sulit dikendalikan negara. Cadangan strategis harus dikuasai 100% oleh negara,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (Pushep) Bisman Bakhtiar menyebut rencana pembangunan fasilitas penyimpanan energi hingga tiga bulan merupakan langkah yang baik.
Menurut Bisman, saat ini Indonesia belum memiliki cadangan energi strategis. Cadangan yang ada berupa stok BBM milik Pertamina yang bersifat komersial dan diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar 22 hari.
“Pembangunan storage ini juga berkaitan dengan pembentukan Cadangan Penyangga Energi (CPE) nasional sesuai Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2024,” katanya kepada Warta Ekonomi.
Ia menjelaskan CPE merupakan cadangan energi yang disiapkan untuk menjaga ketersediaan pasokan ketika terjadi gangguan distribusi, krisis energi global, atau lonjakan permintaan domestik.
Bisman juga menyinggung aspek keamanan fasilitas penyimpanan energi, termasuk potensi susut volume.
“Dengan teknologi dan standar keamanan, potensi susut dan keamanan bisa diantisipasi. Hanya memang diperlukan anggaran yang cukup besar untuk merealisasikannya. Ini tergantung keseriusan dan prioritas pemerintah,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah akan membangun fasilitas penyimpanan minyak yang mampu menjaga pasokan energi hingga tiga bulan.
Pembangunan fasilitas tersebut ditargetkan mulai dilakukan tahun ini di Pulau Sumatra. Bahlil menyebut ketahanan hari operasi (HOP) hingga tiga bulan merupakan standar internasional.
“Faktanya ketahanan energi kita, storage kita itu maksimal di angka 25 sampai 26 hari, enggak lebih dari itu. FS (feasibility study) lagi berjalan, dan di tahun ini pembangunannya sudah mulai dilakukan. Lokasinya di daerah Sumatra,” ujar Bahlil di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Amry Nur Hidayat