Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Lagu AI 'Mas Bahlil Ganteng' Viral, Bahlil Lahadalia Penasaran Cari Penciptanya

Lagu AI 'Mas Bahlil Ganteng' Viral, Bahlil Lahadalia Penasaran Cari Penciptanya Kredit Foto: Dok. Kemenkeu
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengaku ingin bertemu dengan pencipta lagu MBG Mas Bahlil Ganteng. Karya musik yang diolah dengan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tersebut tengah viral di berbagai media sosial.

Bahlil mengaku sangat penasaran dengan sosok kreatif di balik pembuatan lagu jenaka itu. Harapan untuk bertatap muka diungkapkan saat dirinya berbincang dengan Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad.

Raffi Ahmad sengaja meminta tanggapan langsung dari sang menteri mengenai fenomena lagu yang sedang ramai dibicarakan tersebut. Bahlil menyatakan niatnya untuk mengundang sang pembuat lagu guna berbincang santai serta makan bersama.

"Kalau itu asli penasaran. Dinda, saya akan minta tolong untuk saya mengundang. Kalau yang datang suka berkenan, saya akan mengundang untuk berbincang-bincang dan sekaligus makan," ungkap Bahlil.

Kepopuleran lagu tiruan berbasis AI ini ternyata juga sudah sampai ke telinga lingkungan internal keluarga sang menteri. Anak kandungnya bahkan kini ikut terbiasa memanggil dirinya dengan sebutan unik 'Bapak MBG'.

"Karena penasaran juga saya. Saya lagi ibadah Umroh, terus pagi bangun, anak saya aja ketawain saya. Bapak MBG," tutur Bahlil.

Bahlil mengaku tidak tahu-menahu mengenai proses awal pembuatan video kreatif yang menyeret namanya tersebut. Raffi Ahmad dalam kesempatan yang sama ikut menimpali bahwa anaknya Rafathar juga menyukai lagu viral itu.

"Saya sendiri nggak tahu. Dan itu alami sekali. Dan saya sendiri penasaran. Ini siapa yang buat? Jadi kalau boleh nih, kalau ini bisa temukan, saya pingin sekali ketemu, Fi," kata Bahlil.

Bahlil menegaskan pentingnya sikap untuk tetap menghargai setiap hasil kreativitas yang lahir dari pemikiran anak muda. Namun dirinya tetap memberikan catatan penting terkait batasan konten di era kebebasan bermedia sosial saat ini.

"Banyak anak-anak muda sekarang, teman-teman ya. Cuma satu aja saran saya. Di era demokrasi, sosmed ini penting," jelas Bahlil.

Baca Juga: Lagu 'MBG My Little Bolu Ketan' Viral, Pengamat Politik: Bahlil Sudah Jadi Komoditas Politik

"Namun, kalau boleh juga dipergunakan dengan terukur. Contoh, jangan sampai masuk di SARA. SARA tidak boleh," lanjut isi penegasannya.

Rambu pembatasan konten tersebut dinilai sangat krusial demi menjaga stabilitas hubungan antarwarga. Konten yang menyinggung unsur SARA dikhawatirkan dapat mengganggu keharmonisan persatuan sesama anak bangsa.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy