Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Harga Emas Diproyeksi Pecah Rekor Baru di 2026, Bisa Tembus hingga US$6.000

Harga Emas Diproyeksi Pecah Rekor Baru di 2026, Bisa Tembus hingga US$6.000 Kredit Foto: Dwi Aditya Putra
Warta Ekonomi, Jakarta -

Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia memproyeksikan harga emas akan berada di kisaran US$5.500 hingga US$6.000 per troy ounce hingga akhir 2026. Proyeksi tersebut muncul seiring volatilitas pasar yang masih tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.

Analis Research and Development ICDX, Tiffani Safinia, menjelaskan dalam jangka pendek pergerakan emas masih akan dipengaruhi oleh dinamika dolar AS, imbal hasil obligasi, serta perkembangan konflik global. Namun secara keseluruhan harga emas berpotensi menembus level US$6.000 per troy ounce.

“Hal ini mencerminkan ekspektasi reli yang semakin menguat di tengah ketidakpastian geopolitik dan pembelian agresif oleh bank sentral,” kata Tiffani dalam diskusi di Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Tiffani menambahkan sejumlah lembaga keuangan global juga telah menaikkan proyeksi harga emas untuk tahun 2026. Revisi tersebut didorong oleh risiko geopolitik global yang masih persisten serta meningkatnya permintaan struktural dari bank sentral.

Berdasarkan jajak pendapat Reuters terhadap 30 analis dan trader internasional, median proyeksi harga emas pada 2026 berada di level US$4.746,50 per troy ounce. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan estimasi sebelumnya sebesar US$4.275 yang dirilis pada Oktober.

Baca Juga: Transaksi Emas dan Minyak Mentah di ICDX Tembus 1,68 Juta Lot Sepanjang 2025

Baca Juga: ICDX dan ICH Resmi Terima Izin Bank Indonesia sebagai Penyelenggara Derivatif PUVA

Di tingkat institusional, Goldman Sachs juga merevisi naik target harga emas akhir 2026 menjadi US$5.400 per troy ounce, dari sebelumnya US$4.900. Bank investasi tersebut menyoroti meningkatnya permintaan dari investor swasta dan bank sentral sebagai katalis utama kenaikan harga.

Sementara itu, JPMorgan Chase memproyeksikan harga emas dapat mencapai US$6.300 per troy ounce pada kuartal IV 2026.

Adapun Morgan Stanley mematok proyeksi rata-rata harga emas sekitar US$4.600 per troy ounce, dengan skenario bullishyang dapat mencapai US$5.700 pada paruh kedua 2026.a

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri