- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
TLDN Ungkap Transaksi Sewa PLTS, Nilai Transaksi Bisa Tembus Rp1,25 Triliun
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) mengungkapkan rencana kerja sama strategis terkait penyewaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Induk yang ditandatangani perseroan bersama PT Akartha Energi Baru (AEB).
Perjanjian induk tersebut resmi berlaku efektif pada 9 Maret 2026, setelah seluruh persyaratan pendahuluan sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Perjanjian Induk dinyatakan terpenuhi.
"Perseroan bermaksud untuk melakukan pelaksanaan atas Perjanjian Induk dengan AEB sehubungan dengan penyewaan PLTS yang akan berlokasi di area-area perkebunan anak-anak usaha Perseroan yang saat ini atau di kemudian hari akan ada, guna memenuhi tenaga listrik di lahan perkebunan anak-anak usaha Perseroan tersebut," kata manajemen.
Dalam kesepakatan awal, kedua pihak menetapkan kisaran harga sewa PLTS antara Rp1.500 hingga Rp2.500 per kVA per jam.
"Ketentuan lebih lanjut mengenai Harga Sewa secara pasti akan diatur dan disepakati kemudian berdasarkan hasil evaluasi teknis dan/atau pertimbangan komersial yang akan dituangkan dalam perjanjian kerjasama tersendiri terkait dengan penggunaan dan pengoperasian PLTS antara AEB dan anak usaha Perseroan," ujar manajemen.
Berdasarkan hasil penelaahan internal serta Laporan Penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), nilai keseluruhan rencana transaksi ini diperkirakan mencapai sekitar Rp750 miliar apabila menggunakan asumsi tarif Rp1.500 per kVA per jam.
Nilai tersebut bahkan berpotensi meningkat hingga Rp1,25 triliun jika menggunakan tarif Rp2.500 per kVA per jam, dengan mempertimbangkan kemungkinan perpanjangan perjanjian induk.
Manajemen menyatakan bahwa rencana ini tergolong transaksi afiliasi, mengingat TLDN dan AEB berada di bawah pengendali yang sama. Tidak hanya itu, transaksi ini juga dikategorikan sebagai transaksi material, karena nilainya melebihi 20% dari total ekuitas Perseroan berdasarkan Laporan Keuangan Konsolidasian per 31 Desember 2025.
Baca Juga: Emiten Sawit (TLDN) Panen Laba Rp1,1 Triliun di 2025, Melesat 34%
Adapun kerja sama terkait penyewaan, pengoperasian, dan pemeliharaan PLTS akan berlangsung selama 10 tahun sejak fasilitas PLTS beroperasi penuh. Masa kerja sama tersebut juga dapat diperpanjang berdasarkan kesepakatan antara AEB dan masing-masing anak usaha TLDN.
Dari sisi proyeksi keuangan, transaksi ini diperkirakan memberikan dampak positif terhadap kondisi keuangan Perseroan melalui peningkatan efisiensi biaya operasional, perbaikan margin keuntungan, serta peningkatan laba bersih secara berkelanjutan tanpa meningkatkan risiko finansial Perseroan.
"Pendapatan Perseroan dalam proyeksi sebelum dan setelah rencana transaksi menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten, dari sebesar Rp5,68 triliun pada tahun 2026 menjadi Rp12,81 triliun pada tahun 2045, dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 5,04% per tahun," tambah manajemen..
Secara rata-rata, rencana transaksi memberikan tambahan laba bersih sekitar Rp51,8 miliar per tahun, dengan peningkatan net profit margin yang relatif stabil
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: