- Home
- /
- Government
- /
- Government
Indonesia Buka Pintu Lebar untuk Investor UEA, Ketahanan Pangan Jadi Fokus Investasi Baru
Kredit Foto: Cita Auliana
Pemerintah Indonesia memastikan dukungan penuh bagi investor asal Uni Emirat Arab (UEA) yang ingin memperluas kegiatan usahanya di Tanah Air, termasuk pada sektor strategis yang berkaitan dengan ketahanan pangan nasional.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dengan Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri yang berlangsung di Jakarta.
Dalam pertemuan itu, pemerintah menegaskan pentingnya menjaga iklim investasi yang kondusif sekaligus memberikan kepastian usaha bagi para investor strategis yang telah maupun akan beroperasi di Indonesia.
Airlangga menyampaikan Indonesia terbuka terhadap pengembangan investasi yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional, khususnya yang mendukung hilirisasi industri dan penguatan rantai pasok dalam negeri.
"Indonesia menyambut baik komitmen UEA dan pelaku usaha global seperti Louis Dreyfus Company untuk memperluas kerja sama ekonomi di Indonesia. Kami mendorong peningkatan investasi yang mendukung hilirisasi, ketahanan pangan dan penguatan rantai pasok nasional," ujar Airlangga dalam keterangannya.
Selain memberikan dukungan kepada investor yang sudah beroperasi, pemerintah juga menyambut komitmen investasi baru dari UEA yang difokuskan pada sektor ketahanan pangan.
Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Al Dhaheri mengungkapkan bahwa Abu Dhabi Export (ADEX) telah menyatakan kesiapan untuk menanamkan investasi yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Investasi tersebut dinilai menjadi sinyal kuat meningkatnya kepercayaan UEA terhadap potensi sektor agribisnis dan pangan Indonesia yang terus berkembang.
Pemerintah memandang komitmen tersebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat pasokan pangan nasional sekaligus mempererat hubungan ekonomi kedua negara dalam jangka panjang.
Di sisi lain, Indonesia juga menegaskan dukungannya terhadap keberlangsungan bisnis perusahaan-perusahaan asal UEA yang telah lama beroperasi di dalam negeri.
Salah satunya adalah Louis Dreyfus Company (LDC), perusahaan global yang telah menjalankan kegiatan usaha di Indonesia selama sekitar 25 tahun.
Menurut Airlangga, kehadiran investor asing yang konsisten berinvestasi menunjukkan tingkat kepercayaan dunia usaha terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Selain sektor pangan, kerja sama kedua negara juga mulai merambah pengembangan infrastruktur strategis.
Dalam pertemuan tersebut, Abu Dhabi Ports (ADP) menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan bandar udara di Bali melalui pelaksanaan studi kelayakan.
Pemerintah Indonesia dan UEA pun sepakat menjaga komunikasi yang intensif agar berbagai komitmen investasi yang telah dibangun dapat segera direalisasikan.
Baca Juga: Airlangga di Forum Ekonomi Brussel: Dunia Butuh Kerja Sama, Bukan Fragmentasi
"Pemerintah Indonesia dan UEA sepakat untuk terus memperkuat sinergi investasi, memfasilitasi kepastian usaha bagi investor strategis, serta mendorong percepatan implementasi proyek-proyek prioritas demi kemakmuran bersama," kata Airlangga.
Penguatan kerja sama tersebut diharapkan dapat memperbesar arus investasi, memperkuat ketahanan pangan nasional, serta mempercepat realisasi proyek-proyek strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: