Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Penumpang Minta Tarif Transjabodetabek Tetap Rp3.500, Sebut Masih Jadi Transportasi Paling Terjangkau

Penumpang Minta Tarif Transjabodetabek Tetap Rp3.500, Sebut Masih Jadi Transportasi Paling Terjangkau Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
Warta Ekonomi, Jakarta -

Wacana kenaikan tarif Transjabodetabek mendapat respons beragam dari masyarakat, namun sebagian penumpang berharap tarif angkutan tersebut tetap dipertahankan karena dinilai masih menjadi moda transportasi umum yang terjangkau.

Salah satunya disampaikan Maria, warga Rawa Buaya, Jakarta Barat, yang mengaku cukup sering menggunakan layanan Transjabodetabek untuk beraktivitas maupun bepergian ke luar Jakarta.

Menurut Maria, tarif Rp3.500 yang berlaku saat ini masih sangat membantu masyarakat, terutama pekerja dan perantau yang harus mengatur pengeluaran bulanan secara ketat.

Ia mengaku sudah memperhitungkan kebutuhan transportasi setiap bulan berdasarkan tarif yang berlaku saat ini sehingga kenaikan harga dinilai akan berdampak langsung pada biaya hidup sehari-hari.

"Kalau bisa, kalau bisa banget, jangan sampai harganya naik. Karena Rp 3.500 itu udah aku hitung untuk sebulan aku habisnya berapa kalau pergi kerja, kalau weekend. Terus kalau sampai naik, itu akan sangat mengganggu cost living aku sih," kata Maria saat ditemui di kawasan Blok M, Minggu (14/6/2026).

Maria menilai Transjabodetabek selama ini menjadi salah satu pilihan transportasi yang murah sekaligus mudah diakses masyarakat.

Karena itu, ia berharap pemerintah mempertimbangkan kembali rencana kenaikan tarif yang sedang diwacanakan.

"Jadi kalau sampai ada kenaikan, kayaknya itu akan sangat mempengaruhi," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan cukup sering memanfaatkan layanan Transjabodetabek ketika berkunjung ke Bogor untuk menemui temannya yang sedang menempuh pendidikan di kota tersebut.

Menurutnya, kenaikan tarif akan membuat biaya mobilitas antarkota yang selama ini relatif terjangkau menjadi lebih besar.

Baca Juga: Naik MRT, LRT, dan Transjakarta Cuma Rp1, Masuk Ancol-Ragunan Gratis!

"Kayaknya bakal pengaruh juga karena kadang kalau main bisa sampai ke Bogor. Soalnya teman aku ada yang kuliah di Bogor juga, jadi aku sering nyamperin ke kosan juga, jadi kayaknya itu akan sangat pengaruh banget," tuturnya.

Di sisi lain, tidak semua penumpang menolak rencana kenaikan tarif tersebut.

Annisa, warga Banten yang sesekali menggunakan layanan Transjabodetabek, menilai penyesuaian tarif masih dapat diterima selama besarannya tetap berada dalam batas yang wajar.

Menurut dia, kenaikan harga berbagai kebutuhan setelah penyesuaian harga BBM membuat kenaikan tarif transportasi menjadi sesuatu yang bisa dipahami.

"Kenaikan boleh aja yang penting masih terjangkau ya. Misalnya naik dari, karena sekarang BBM juga naik, otomatis semua naik," kata Annisa.

Meski demikian, Annisa berharap pemerintah tetap memperhatikan kemampuan masyarakat, terutama kelompok rumah tangga yang mengandalkan transportasi umum untuk aktivitas sehari-hari.

"Ya masuk di akal juga sih kalau ada kenaikan, tapi diharapkan ibu-ibu rumah tangga itu masih terjangkau, jadi nggak usah, nggak terlalu tinggi gitu naiknya."

Ia menilai tarif sekitar Rp5.000 masih cukup masuk akal apabila pemerintah benar-benar memutuskan melakukan penyesuaian tarif.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: