Kredit Foto: Istimewa
Menteri Haji dan Umrah, Moch. Irfan Yusuf, menegaskan bahwa seluruh layanan utama bagi jemaah telah dipersiapkan secara optimal demi memastikan pelaksanaan ibadah haji 2026 berjalan lancar, aman, dan nyaman.
Layanan tersebut mencakup akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga proses pemvisaan, yang kini telah memasuki tahap akhir persiapan.
Baca Juga: Defisit APBN Bisa Tembus 3%, Purbaya Tunggu Arahan Prabowo
“Persiapan penyelenggaraan haji tahun 2026 terus kami matangkan. Pemerintah memastikan seluruh layanan utama bagi jemaah, mulai dari akomodasi, konsumsi hingga transportasi, telah dipersiapkan secara optimal,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemenhj, Senin (16/3).
Dari sisi akomodasi, seluruh hotel yang akan digunakan jemaah haji Indonesia di Arab Saudi telah selesai dikontrak. Di Kota Makkah, sebanyak 177 hotel telah disiapkan untuk jemaah haji reguler yang tersebar di wilayah Misfalah, Syisyah, Raudhah, Jarwal, dan Aziziyah. Sementara itu, di Madinah disiapkan 100 hotel yang berada di kawasan Markaziyah Syamaliyah, Markaziyah Gharbiah, dan Markaziyah Janubiyah.
Seluruh hotel tersebut telah dikonfigurasi sesuai dengan kloter dan diinput ke dalam aplikasi Nusuk sebagai bagian dari persyaratan penerbitan visa jemaah.
Untuk layanan konsumsi, Kementerian Haji dan Umrah telah menjalin kontrak dengan 75 syarikah penyedia katering, terdiri dari 52 penyedia di Makkah dan 23 penyedia di Madinah. Selama berada di Makkah, jemaah akan menerima maksimal 84 kali layanan makan, sementara selama di Madinah jemaah memperoleh hingga 27 kali layanan makan.
“Prioritas utama pemerintah adalah memastikan jemaah Indonesia memperoleh pelayanan yang aman, nyaman, dan berkualitas selama menjalankan ibadah haji,” tegas Menhaj.
Di bidang transportasi, pemerintah menyiapkan layanan bus antar kota perhajian, bus sholawat, serta bus masyair. Layanan bus antar kota akan dilayani oleh 15 perusahaan transportasi, sementara bus sholawat disiapkan melalui 6 operator dengan 21 rute dan 79 halte yang menghubungkan kawasan hotel jemaah dengan Masjidil Haram.
Selain itu, layanan pada fase puncak haji di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Masyair) akan dilayani oleh dua syarikah utama, yaitu Al Bait Guest (BTG) dan Rakeen Masyariq (RKN) yang akan melayani lebih dari 203 ribu jemaah haji Indonesia.
Untuk transportasi udara, keberangkatan jemaah haji Indonesia akan dilayani oleh maskapai Garuda Indonesia dan Saudia. Seluruh jadwal penerbangan telah memperoleh slot time dari otoritas penerbangan Arab Saudi (GACA), dengan keberangkatan kloter pertama dijadwalkan mulai 22 April 2026.
Hingga 10 Maret 2026, proses pemvisaan juga menunjukkan perkembangan signifikan. Sebanyak 198.410 visa jemaah telah diterbitkan, atau mencapai 97,58 persen dari total data jemaah yang telah diinput.
Baca Juga: Menpar Dukung A-STREAM 2026, Promosikan Destinasi Indonesia Lebih Luas
“Sebagian besar komponen utama penyelenggaraan haji telah siap. Kami terus melakukan koordinasi intensif agar seluruh tahapan pelaksanaan berjalan lancar hingga keberangkatan jemaah,” ujar Menhaj.
Kementerian Haji dan Umrah optimistis bahwa dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 dapat berjalan lancar serta memberikan kenyamanan dan perlindungan maksimal bagi seluruh jemaah haji Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Tag Terkait: