Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laba Dyandra Media (DYAN) Anjlok 66,3% di 2025, Ini Pemicunya

Laba Dyandra Media (DYAN) Anjlok 66,3% di 2025, Ini Pemicunya Kredit Foto: DYAN
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Dyandra Media International Tbk (DYAN) menghadapi tekanan kinerja sepanjang tahun buku 2025. Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp30,87 miliar, turun tajam 66,3% dari Rp91,61 miliar pada tahun sebelumnya.

Penurunan ini sejalan dengan melemahnya pendapatan yang tercatat menjadi Rp1,21 triliun, dibandingkan Rp1,45 triliun pada 2024.

Kondisi ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, mulai dari turunnya permintaan di industri MICE, berkurangnya pesanan event dari pemerintah akibat efisiensi anggaran (Inpres No. 1/2025), hingga tekanan dari kondisi ekonomi global.

Segmen Event/ Exhibition Organizer masih menjadi tulang punggung bisnis dengan kontribusi Rp977,6 miliar atau sekitar 80% dari total pendapatan.

Sementara itu, bisnis Convention & Exhibition Hall menyumbang Rp152,9 miliar atau 12%, diikuti bisnis hotel Rp55,8 miliar atau 5%, serta bisnis pendukung event Rp38,8 miliar setara 3%.

Di tengah tantangan tersebut, Direktur Utama Daswar Marpaung menegaskan bahwa perusahaan terus menjalankan strategi yang lebih terarah, salah satunya dengan memperkuat IP (Intellectual Property) Event.

Fokus ini dinilai lebih berkelanjutan karena memiliki identitas dan konsep yang kuat, serta potensi pengembangan jangka panjang.

Beberapa IP event unggulan yang dimiliki Dyandra antara lain IIMS, IFEX, Indowood Expo, Projek-D, Deep Extreme Indonesia, Sunset di Kebun, Sunset di Pantai, FLOII, Halal Indo, Jakarta International Pet Show, hingga Indonesia Women Fest.

Baca Juga: Pendapatan INPP Naik 32,9%, Tapi Laba Tertekan

Baca Juga: Laba BREN Milik Prajogo Pangestu Naik 6,5% Jadi US$165 Juta pada 2025

Selain strategi bisnis, perusahaan juga menunjukkan komitmen dalam efisiensi biaya. Sepanjang 2025, Operating Expenses (Opex) berhasil ditekan menjadi Rp329,1 miliar, turun 5% dari Rp344,8 miliar pada tahun sebelumnya.

Dari sisi neraca, kondisi keuangan masih relatif stabil. Total aset tercatat Rp1,257 triliun, naik 3,7%, terdiri dari aset lancar Rp625,7 miliar dan aset tidak lancar Rp630,9 miliar. Sementara itu, liabilitas meningkat tipis 0,6% menjadi Rp533,4 miliar.

Untuk memperluas pasar, Dyandra juga aktif menjalin kemitraan strategis dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan event, termasuk memanfaatkan venue yang lebih luas seperti Indonesia Convention Exhibition.

Meski kinerja 2025 tertekan, manajemen tetap optimistis menatap awal tahun 2026. Sejumlah event besar yang digelar oleh unit bisnis Dyandra Promosindo, seperti IIMS dan IFEX, berhasil mencatatkan kesuksesan dan menjadi sinyal positif bagi pemulihan kinerja di kuartal pertama tahun ini.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri