Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Laba BREN Milik Prajogo Pangestu Naik 6,5% Jadi US$165 Juta pada 2025

Laba BREN Milik Prajogo Pangestu Naik 6,5% Jadi US$165 Juta pada 2025 Kredit Foto: BREN
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), perusahaan energi terbarukan milik Prajogo Pangestu, mencatatkan laba bersih sebesar US$165 juta pada tahun buku 2025, meningkat 6,5% secara tahunan, didorong oleh kinerja operasional panas bumi yang stabil dan efisiensi biaya pendanaan. 

Berdasarkan laporan kinerja yang dirilis pada 20 Maret 2026, perseroan juga mencatat pendapatan konsolidasian sebesar US$605 juta atau tumbuh 1,4% dibandingkan tahun sebelumnya, dengan EBITDA mencapai US$518 juta dan margin sebesar 85,6%. 

CEO Barito Renewables Hendra Soetjipto Tan menyampaikan bahwa kinerja positif tersebut ditopang oleh kontribusi kuat portofolio panas bumi serta pengelolaan biaya yang disiplin.

“Kami dengan senang hati melaporkan kembali kinerja yang solid pada tahun 2025, didukung oleh kontribusi yang kuat dan konsisten dari portofolio panas bumi kami. Sepanjang tahun ini, kami berhasil menyelesaikan proyek retrofit Salak dan kontribusi dari Unit Binary Salak, yang semakin memperkuat kapasitas panas bumi kami,” ujarnya, dalam keternagan resmi, Jakarta, Jumat (20/3/2026). 

Ia menambahkan, meskipun segmen pembangkit angin menghadapi tekanan, produksi listrik panas bumi tetap menjadi penopang utama kinerja perusahaan.

Kenaikan laba bersih juga didukung oleh penurunan biaya pendanaan setelah perseroan menjalankan inisiatif optimalisasi utang sejak 2024, yang berdampak pada penurunan beban bunga dan penguatan margin profitabilitas. 

Dari sisi operasional, BREN mencatat peningkatan kapasitas pembangkit panas bumi menjadi 910 MW pada akhir 2025, naik 24 MW secara tahunan setelah penyelesaian proyek retrofit Salak dan kontribusi unit tambahan. 

Selain itu, perseroan juga menyelesaikan dua sumur eksplorasi di prospek Hamiding dengan potensi sumber daya sekitar 55–60 MW, sebagai bagian dari strategi ekspansi jangka panjang.

Pada awal 2026, BREN juga menyelesaikan proyek retrofit Wayang Windu yang diharapkan semakin meningkatkan kinerja pembangkit listrik secara keseluruhan.

Baca Juga: Saham Grup Prajogo hingga Bakrie Seret IHSG Ambruk 5,9%

Baca Juga: Emiten Prajogo (CUAN) Hentikan Buyback Saham Lebih Cepat, Ini Alasannya

Baca Juga: Emiten Prajogo (PTRO) Catat Lonjakan Laba 197,02% pada 2025

Ke depan, perusahaan menargetkan pengembangan Salak Unit 7 dan Wayang Windu Unit 3 yang dijadwalkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026. Setelah proyek tersebut rampung, kapasitas panas bumi diproyeksikan melampaui 1 gigawatt (GW), memperkuat posisi BREN di sektor energi terbarukan nasional. 

Dari sisi neraca, total aset BREN tercatat sebesar US$3,87 miliar, sementara total liabilitas turun menjadi US$2,98 miliar. Rasio utang terhadap ekuitas (debt-to-equity ratio) membaik menjadi 2,36 kali pada akhir 2025, mencerminkan perbaikan struktur permodalan perusahaan. 

Kinerja tersebut menunjukkan penguatan fundamental bisnis BREN di tengah fokus pengembangan energi bersih, dengan panas bumi sebagai kontributor utama pendapatan dan profitabilitas perseroan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri