Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pendapatan Susut, tapi Laba Emiten Haji Isam (RATU) Naik 10,05% pada 2025

Pendapatan Susut, tapi Laba Emiten Haji Isam (RATU) Naik 10,05% pada 2025 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kinerja PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) sepanjang 2025 menunjukkan hasil yang tetap solid. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar USD15,26 juta, meningkat 10,05% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD13,87 juta.

Seiring capaian tersebut, laba per saham dasar juga naik tipis menjadi USD0,0056 dari sebelumnya USD0,0055. Peningkatan ini terjadi meski perusahaan menghadapi penurunan dari sisi pendapatan.

Sepanjang 2025, RATU mencatatkan pendapatan bersih sebesar USD49,31 juta, turun dari USD57,74 juta pada 2024. Pendapatan ini sepenuhnya berasal dari aktivitas lifting minyak dan gas pihak ketiga.

Namun di balik penurunan pendapatan, efisiensi berhasil mendorong peningkatan profitabilitas. Beban pokok pendapatan menyusut signifikan menjadi USD25,22 juta dari sebelumnya USD35,29 juta. Dampaknya, laba kotor naik menjadi USD24,08 juta, dibandingkan USD22,44 juta pada tahun sebelumnya.

Di sisi lain, beberapa pos biaya mengalami kenaikan. Beban umum dan administrasi meningkat menjadi USD2,15 juta dari USD1,93 juta. Rugi selisih kurs juga melonjak menjadi USD613,62 ribu dari USD35,53 ribu. Selain itu, bagian laba dari entitas asosiasi turun menjadi USD5,33 juta dari USD6,15 juta.

Meski demikian, terdapat sejumlah penopang kinerja lainnya. Pendapatan lain-lain melonjak menjadi USD878,44 ribu dari USD164,53 ribu, sementara beban keuangan berhasil ditekan menjadi USD1,4 juta dari USD1,98 juta. Perseroan juga mencatat pendapatan keuangan sebesar USD6,03 ribu dari sebelumnya nihil.

Baca Juga: Kinerja Moncer! Laba Emiten Sawit Haji Isam (PGUN) Terbang 101% di 2025

Baca Juga: Emiten Haji Isam (TEBE) Bukukan Laba Rp132,72 Miliar pada 2025

Secara keseluruhan, laba sebelum pajak tercatat USD26,02 juta, meningkat dari USD24,76 juta. Setelah dikurangi beban pajak penghasilan sebesar USD10,82 juta, laba tahun berjalan mencapai sekitar USD15,2 juta, naik dari USD13,95 juta.

Dari sisi neraca, posisi keuangan RATU menunjukkan penguatan. Total aset melonjak menjadi USD76,01 juta dari USD52,82 juta. Sementara itu, liabilitas berhasil ditekan menjadi USD19,41 juta dari USD25,42 juta.

Kondisi tersebut mendorong lonjakan ekuitas menjadi USD56,6 juta, meningkat signifikan dari USD27,39 juta pada akhir tahun sebelumnya—mencerminkan struktur keuangan yang semakin solid di tengah dinamika industri energi.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri