Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) ditutup menguat 13% ke level Rp850 per saham pada perdagangan hari ini, seiring meningkatnya minat investor di tengah aksi akumulasi yang dilakukan investor Andry Hakim.
Penguatan harga saham terjadi setelah Andry Hakim kembali menambah kepemilikan saham CBRE sebanyak sekitar 2 juta lembar pada 13 Maret 2026. Dengan transaksi tersebut, total kepemilikannya meningkat menjadi sekitar 230.000.074 saham atau setara 5,07%, dari sebelumnya 228.000.074 saham atau 5,02%.
Aksi pembelian yang dilakukan secara bertahap ini dinilai pasar sebagai strategi akumulasi yang lazim dilakukan investor besar untuk memperbesar posisi sebelum katalis utama terjadi.
Andry Hakim menyatakan penambahan kepemilikan didasarkan pada arah aksi korporasi perseroan yang dinilai semakin jelas, terutama terkait ekspansi bisnis.
“Perusahaan sudah merilis prospektus right issue dan mulai menunjukkan arah ekspansi, terutama di sektor offshore,” ujarnya.
Selain itu, sentimen positif juga datang dari dukungan pemain besar di industri offshore seperti Hilong dan Gunanusa, serta potensi kontribusi dari proyek Hidayah yang akan berjalan. Kenaikan harga minyak global akibat konflik geopolitik turut dinilai menjadi faktor yang dapat mendukung kinerja perseroan secara tidak langsung.
Di sisi teknikal, Senior Technical Analyst Sucor Sekuritas Reyhan Pratama menilai pergerakan saham CBRE saat ini memasuki fase konsolidasi.
“Saat ini CBRE bergerak sideways dengan area resistance di 930 dan support di 740. Untuk entry, sebaiknya menunggu breakout di atas 930, apabila berhasil menembus level tersebut, saham CBRE berpotensi melanjutkan kenaikan. target selanjutnya berada di kisaran 1.030 hingga 1.200,” ujarnya.
Baca Juga: Mau Rights Issue, Cakra Buana (CBRE) Bidik Dana Rp1,91 Triliun
Baca Juga: CBRE Resmi Jadi Pemilik Kapal Offshore Gunanusa Hai Long 106
Pergerakan saham ini juga tidak terlepas dari rencana aksi korporasi perseroan, termasuk right issue yang menjadi perhatian pasar. Momentum tersebut kerap dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi sebelum realisasi aksi korporasi.
Selain itu, ekspansi bisnis CBRE di sektor energi dan offshore dinilai menjadi faktor fundamental yang memperkuat daya tarik saham di tengah sentimen komoditas energi yang positif.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: