Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Purbaya Buka Kemungkinan Suntikan Dana ke Bank Swasta

Purbaya Buka Kemungkinan Suntikan Dana ke Bank Swasta Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang penyaluran penempatan dana pemerintah ke bank swasta, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas likuiditas sistem keuangan nasional.

Selama ini, penempatan dana pemerintah difokuskan pada bank-bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta bank milik pemerintah daerah (BUMD). Namun, Purbaya memberi sinyal bank swasta juga dapat dilibatkan, dengan syarat memiliki kondisi keuangan yang sehat.

“Bank swasta kalau mau, jangan kita buka, yang sehat ya. Nanti kalau tidak, saya bisa kena masalah kalau naruh uang di bank yang tidak jelas,” ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Di sisi lain, pemerintah baru saja menambah penempatan dana sebesar Rp100 triliun ke perbankan guna menjaga likuiditas di tengah kenaikan yield obligasi pemerintah yang mencerminkan pengetatan likuiditas.

Purbaya menjelaskan, kebijakan tersebut bertujuan menahan laju kenaikan yield obligasi. Dengan tambahan likuiditas, perbankan diharapkan memiliki ruang lebih besar untuk membeli Surat Berharga Negara (SBN) atau menempatkan dana di Bank Indonesia, sehingga tekanan terhadap suku bunga dapat dikendalikan.

Ia mengaku memantau secara aktif pergerakan yield obligasi sebagai indikator kondisi likuiditas. Kenaikan yield menjadi sinyal adanya tekanan di sektor keuangan, terutama menjelang periode kebutuhan likuiditas tinggi seperti Lebaran.

“Kalau bond yield naik 0,1% saya sudah perhatikan. Naik 0,4% berarti ada kekeringan likuiditas di perbankan. Seminggu sebelum Lebaran, saya tambah Rp100 triliun ke sistem perekonomian,” tuturnya.

Ia menilai tambahan likuiditas tersebut relatif terbatas, namun cukup efektif untuk meredam gejolak jangka pendek di pasar keuangan.

Terkait distribusi, Purbaya belum merinci alokasi dana ke masing-masing bank. Namun, ia menyebut Bank DKI menerima sekitar Rp2 triliun dari total penempatan dana tersebut.

Baca Juga: Purbaya Tambah Penempatan Dana Rp100 Triliun ke Perbankan demi Tekan Yield Obligasi Negara

Baca Juga: Purbaya Tambah Rp100 T ke Bank, Tahan Lonjakan Yield Obligasi

Baca Juga: Purbaya Bakal Potong Anggaran Kementerian Lembaga, Pengajuan Baru Diperketat

Berbeda dengan skema sebelumnya, penempatan dana kali ini bersifat fleksibel. Pemerintah dapat menarik dana sewaktu-waktu sesuai kebutuhan pengelolaan kas negara.

Sebelumnya, pemerintah telah menempatkan dana sebesar Rp200 triliun di perbankan. Dengan tambahan Rp100 triliun, total penempatan dana pemerintah kini mencapai sekitar Rp300 triliun.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri