Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Imbas Perang Timur Tengah, Harga BBM Melonjak Drastis di Negara Tetangga

Imbas Perang Timur Tengah, Harga BBM Melonjak Drastis di Negara Tetangga Kredit Foto: Annisa Nurfitri
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah Vietnam kembali menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk kedua kalinya pada hari Rabu (25/3).

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan Vietnam, langkah ini diambil untuk menekan biaya setelah harga solar melonjak lebih dari dua kali lipat sejak pecahnya perang di Timur Tengah.

Pada Rabu pagi, harga solar tercatat meroket hingga sekitar 105 persen dibandingkan posisinya pada 26 Februari 2026, atau dua hari sebelum Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan ke Iran.

Menurut data kementerian, pemerintah awalnya sempat menaikkan harga solar menjadi 39.660 Dong (sekitar $1,50) per liter pada Rabu tengah malam, naik tajam dari 19.270 Dong pada bulan sebelumnya. Pada periode yang sama, harga bensin beroktan 95 (RON 95) juga sempat dikerek naik hampir 68 persen.

Baca Juga: Resmi Diteken, Vietnam Bakal Adopsi Teknologi Nuklir Rusia

Namun, 14 jam kemudian, Kementerian Perdagangan Vietnam merevisi turun harga BBM tersebut. Harga solar diturunkan ke tingkat yang sedikit di bawah dua kali lipat dari harga pada 26 Februari.

Sementara itu, harga bensin RON 95 juga ikut dipangkas dan kini berada di kisaran 49 persen lebih tinggi dibandingkan sebelum perang meletus.

Lonjakan harga minyak mentah sejak awal konflik ini telah mengerek biaya bahan bakar secara tak terkendali dan memicu kekhawatiran akan terjadinya kelangkaan energi di seluruh dunia.

Guna mengatasi krisis ini, Vietnam baru-baru ini telah meminta dukungan pasokan bahan bakar dari sejumlah negara, termasuk Qatar, Kuwait, Aljazair, dan Jepang.

Pada Senin, Vietnam- yang juga salah satu negara tetangga Indonesia-- telah menandatangani kesepakatan dengan Rusia terkait kerja sama produksi minyak dan gas di kedua negara.

Selain itu, Kementerian Keuangan Vietnam juga telah mengusulkan pemotongan pajak perlindungan lingkungan untuk bensin dan solar hingga sebesar 50 persen.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: