Kredit Foto: Istimewa
Pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi menyoroti kenaikan sejumlah harga barang meski pemerintah menahan harga bahan bakar minyak (BBM). Di lapangan, bahkan beberapa komoditas tercatat mengalami kenaikan hingga lebih dari 100 persen.
Ibrahim menyebut fenomena ini menjadi indikasi kuat bahwa gejolak global, khususnya konflik di kawasan Timur Tengah, telah mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia dan memberi tekanan nyata terhadap perekonomian domestik.
“Kami melihat bahwa meskipun pemerintah tidak menaikkan harga BBM, di lapangan harga-harga sudah mengalami kenaikan yang cukup signifikan,” kata Ibrahim kepada wartawan, Rabu (1/4/2026).
Ia mencontohkan harga plastik yang melonjak tajam. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp30.000 per kilogram, kini telah menembus lebih dari Rp60.000 per kilogram, atau naik lebih dari 100 persen dalam waktu relatif singkat.
Baca Juga: Jaga Daya Beli, RI Tahan Harga BBM Subsidi dan Kebut Mandatori B50 di 2026
Baca Juga: Harga Tepung Beras Melonjak akibat Bahan Baku Mahal, UMKM Tertekan
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Harga BBM Tidak Naik per 1 April 2026
Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan bahan baku impor berbasis turunan minyak mentah yang mengalami tekanan pasokan.
“Hal ini mengindikasikan bahan baku impor dari luar negeri yang berbasis minyak mentah mengalami gangguan, sehingga berdampak pada kenaikan harga,” ujarnya.
Harga Pangan hingga Elektronik Ikut Naik
Di sisi lain, Ibrahim juga mencermati kenaikan harga kebutuhan pokok yang berpotensi berdampak pada harga makanan siap saji yang dikonsumsi masyarakat.
Selain itu, ia memperkirakan harga barang elektronik, pupuk impor, hingga komoditas seperti kedelai juga akan mengalami kenaikan signifikan dalam waktu ke depan.
“Kami juga melihat barang elektronik berpotensi naik, begitu juga pupuk impor dan kedelai yang akan mengalami kenaikan cukup signifikan,” katanya.
Meski demikian, Ibrahim mengapresiasi langkah pemerintah yang menahan harga BBM di tengah tekanan global. Ia menilai kebijakan tersebut penting untuk menjaga stabilitas dan ketenangan masyarakat.
Baca Juga: Sekjen HIPMI Nilai Kenaikan BBM Nonsubsidi 5-10% Rasional di Tengah Lonjakan Harga Minyak Dunia
Baca Juga: Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Dinilai Wajar Saat Harga Minyak Dunia Melonjak, Ini Kata Ekonom
“Secara teori, kebijakan mempertahankan harga BBM cukup baik. Namun, secara teknis di lapangan harga-harga tetap mengalami kenaikan yang cukup signifikan,” ujarnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kenaikan harga barang di Indonesia saat ini tidak lagi sepenuhnya bergantung pada penyesuaian harga BBM. Meski harga BBM ditahan, tekanan global tetap mendorong kenaikan harga di tingkat pasar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait:
Advertisement