Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

SIG Catat Laba Rp191 Miliar di 2025 Meski Industri Melambat

SIG Catat Laba Rp191 Miliar di 2025 Meski Industri Melambat Kredit Foto: SIG
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mencatatkan laba tahun berjalan sebesar Rp191 miliar pada 2025 di tengah perlambatan industri bahan bangunan, didorong konsistensi transformasi bisnis dan efisiensi operasional yang dijalankan sejak pertengahan tahun. 

Sepanjang 2025, SIG membukukan pendapatan Rp35,24 triliun dengan volume penjualan mencapai 37,93 juta ton. Di sisi profitabilitas, EBITDA tercatat sebesar Rp4,49 triliun dan laba sebelum pajak sebesar Rp602 miliar. 

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari strategi transformasi yang difokuskan pada penguatan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi portofolio produk.

“Disiplin menjalankan transformasi bisnis sejak Juli 2025 membuat SIG lebih berdaya saing dan adaptif terhadap dinamika industri yang menantang. Melalui sejumlah inisiatif strategis, SIG mampu mempertahankan profitabilitas yang membuktikan ketahanan Perusahaan dalam menghadapi kondisi pasar semen domestik yang masih melambat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (1/4/2026). 

Dari sisi operasional, SIG mencatatkan perbaikan kinerja pada paruh kedua 2025. Penjualan domestik mulai menunjukkan peningkatan pada kuartal III dan IV yang berkontribusi terhadap total penjualan tahunan.

Di luar pasar domestik, SIG juga mengoptimalkan ekspansi regional. Penjualan regional tercatat sebesar 7,95 juta ton atau meningkat 14,3% secara tahunan dibandingkan 6,96 juta ton pada 2024. 

Efisiensi menjadi faktor utama dalam menjaga profitabilitas. Perseroan berhasil menekan beban pokok pendapatan sebesar 0,3% serta menurunkan beban usaha 1,1% secara tahunan. Selain itu, biaya keuangan bersih turun signifikan 32,7% sehingga memperkuat kinerja keuangan secara keseluruhan. 

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, SIG menyiapkan sejumlah inisiatif strategis, termasuk pengembangan fasilitas ekspor semen di Tuban, Jawa Timur, melalui kerja sama dengan Taiheiyo Cement Corporation. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026 dengan kapasitas ekspor 500 ribu hingga 1 juta ton per tahun.

Selain itu, kerja sama tersebut juga mencakup pengembangan lini bisnis soil stabilization guna memperluas portofolio dan membuka pasar baru di sektor konstruksi.

Baca Juga: SIG Gandeng Taiheiyo Cement Kembangkan Bisnis Soil Stabilization

Baca Juga: Gibran Tinjau Proyek Dermaga Ekspor Semen SIG di Tuban Senilai Rp1,4 Triliun

Baca Juga: SIG Raih Predikat Tertinggi HSE 2026, Catat Zero Fatality Sepanjang 2025

Di sisi keberlanjutan, SIG mencatatkan penurunan intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) cakupan 1 sebesar 21% dibandingkan baseline 2010, serta penurunan emisi cakupan 2 sebesar 15% dibandingkan baseline 2019. Pencapaian ini didukung peningkatan penggunaan bahan bakar alternatif yang mencapai 681.567 ton, naik dari 550.085 ton pada tahun sebelumnya. 

“Bagi SIG, kinerja keberlanjutan tidak kalah pentingnya dengan kinerja bisnis. Bahkan SIG telah membuktikan bahwa keduanya dapat berjalan beriringan bahkan saling mengisi satu dengan lainnya,” ujar Vita.  

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement