Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

BPS Catat Kinerja Angkutan Barang Nasional Merosot pada Februari 2026

BPS Catat Kinerja Angkutan Barang Nasional Merosot pada Februari 2026 Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
Warta Ekonomi, Jakarta -

Badan Pusat Statistik melaporkan penurunan kinerja angkutan barang pada hampir seluruh moda transportasi selama Februari 2026. Penurunan ini terjadi baik secara bulanan maupun tahunan tepat pada saat memasuki masa awal Ramadan.

Hanya moda transportasi laut domestik yang mampu mencatatkan pertumbuhan positif di tengah pelemahan sektor logistik nasional lainnya. Selain itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyebut kenaikan angkutan laut mencapai 3,36 persen.

“Kecuali angkutan laut domestik yang meningkat 3,36% dari Januari 2026,” ujar Ateng dalam konferensi pers, Rabu (1/4/2026). Di samping itu, total barang yang diangkut melalui jalur laut menyentuh angka 38,8 juta ton pada bulan tersebut.

Pelabuhan Makassar dan Tanjung Perak menjadi kontributor utama pertumbuhan dengan kenaikan masing-masing 6,27 persen dan 2,53 persen. Terlebih lagi, Pelabuhan Panjang justru mengalami penurunan volume angkut terdalam sebesar 8,40 persen secara bulanan.

Kinerja angkutan udara domestik turut terkontraksi sebesar 3,13 persen dengan total muatan mencapai 49,5 ribu ton. Selain itu, Bandara Soekarno-Hatta masih mendominasi pengiriman barang nasional dengan porsi mencapai 30,30 persen dari total angkutan.

Penurunan muatan udara terjadi secara signifikan di Bandara Sentani-Jayapura sebesar 6,58 persen dan Soekarno-Hatta sebesar 6,25 persen. Di samping itu, lonjakan volume barang justru tercatat di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta sebesar 25 persen.

Moda transportasi kereta api mencatatkan penurunan performa paling tajam dibandingkan matra laut maupun udara di Indonesia. Terlebih lagi, jumlah barang yang diangkut menggunakan kereta anjlok 17,70 persen dibandingkan perolehan pada Januari 2026.

Baca Juga: BPS Prediksi Produksi Beras Nasional Turun Jadi 16,57 Juta Ton

Penurunan terdalam pada matra kereta api juga terlihat secara tahunan dengan angka kemerosotan mencapai 19,74 persen. “Penurunan terdalam pada kereta api, yaitu sebanyak 19,74% dibandingkan Februari 2025,” lanjut Ateng dalam pemaparannya.

Wilayah Sumatra masih menjadi basis utama angkutan barang kereta api dengan kontribusi 84,28 persen dari total nasional. Selain itu, penurunan volume di wilayah Sumatra tercatat sebesar 13,30 persen, sementara Jawa non-Jabodetabek turun 35,30 persen.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Christian Andy
Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement