PSCOC Primaya Hospital Bekasi Timur Perkuat Layanan Ortopedi Terintegrasi
Kredit Foto: Yaspen Martinus
Olahraga adalah aktivitas positif yang sangat bermanfaat bagi tubuh.
Namun, cedera saat berolahraga sering kali terjadi, dan harus segera ditangani.
Primaya Sport Clinic & Orthopedic Center (PSCOC) di Primaya Hospital Bekasi Timur, memperkuat layanan ortopedi terintegrasi untuk menjawab kebutuhan tersebut
Meningkatnya tren gaya hidup aktif turut diikuti kenaikan kasus cedera olahraga dan gangguan muskuloskeletal, terutama pada kelompok usia produktif.
Data menunjukkan, cedera ligamen mencapai sekitar 41,1 persen, dengan 60 persen kasus terjadi pada area kaki dan lutut, serta didominasi kelompok usia muda.
Banyak kasus tidak tertangani sejak dini dan berpotensi berkembang menjadi cedera kronis.
Kondisi tersebut mendorong meningkatnya kebutuhan layanan ortopedi yang komprehensif, mulai dari diagnosis hingga rehabilitasi.
Sejumlah rumah sakit pun mulai memperkuat fasilitas dan teknologi untuk menangani cedera secara lebih terintegrasi, termasuk Primaya Hospital.
Sejak didirikan pada 2021, PSCOC Primaya Hospital Bekasi Timur telah menangani lebih dari 2.600 tindakan medis dari pasien di berbagai wilayah Indonesia.
Layanannya mencakup cedera olahraga, tulang belakang, tangan dan bedah mikro, panggul dan lutut, trauma kompleks, hingga ortopedi umum.
PSCOC juga bekerja sama dengan sejumlah klub dan organisasi olahraga seperti Bogor LavAni, PBSI Jakarta Selatan, PBVSI, dan KONI Kota Bekasi, untuk layanan kesehatan atlet serta dukungan medis dalam berbagai pertandingan.
Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur Dr dr Meizar Rizaldi MKed.Klin, MM, MBA, FISQua mengatakan, penguatan layanan dilakukan melalui adopsi teknologi baru, serta pengembangan terapi berbasis biologis.
dr Meizar mengatakan, sebagai bagian dari penguatan kapabilitas layanan, PSCOC mengadopsi inovasi teknologi terkini, salah satunya Cyberdine HAL (Hybrid Assistive Limb), teknologi exoskeleton robotic yang mendukung rehabilitasi dan membantu mempercepat pemulihan fungsi gerak pasien.
"PSCOC juga mengembangkan Orthobiological Center yang menghadirkan layanan berbasis PRP, secretome, dan stem cell secara terintegrasi, mulai dari diagnosis, tindakan hingga rehabilitasi," ujarnya di Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Integrasi layanan operatif dan non-operatif ditopang tim dokter spesialis serta konsultan ortopedi multidisiplin.
Fasilitas yang tersedia mencakup fisioterapi konvensional dan robotik, termasuk BMD (Bone Mineral Density), X-Ray Long Length, R-Force Treadmill, Focus Shockwave Therapy, USG Pain Management, hingga High Intensity Laser.
Ketua SMF Ortopedi sekaligus Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Primaya Hospital Bekasi Timur dr Evan MKes SpOT, Subsp.CO(K), FICS, AIFO-K menilai, pendekatan komprehensif tersebut tidak hanya berfokus pada penyembuhan cedera, tetapi juga pemulihan fungsi pasien.
"Banyak pasien, termasuk atlet, yang sebelumnya mengalami keterbatasan akibat cedera, kini dapat kembali beraktivitas bahkan berkompetisi."
"Ini menjadi motivasi kami untuk terus menghadirkan layanan terbaik bagi masyarakat," tuturnya.
Di tingkat grup, pengembangan layanan ortopedi juga menjadi fokus strategis.
CEO Primaya Hospital Group Leona A Karnali menyatakan, jaringan Primaya terus memperluas kapabilitas melalui teknologi dan penambahan subspesialisasi.
Pencapaian lima tahun PSCOC mencerminkan komitmen Primaya Hospital dalam memberikan layanan kesehatan yang mengintegrasikan keunggulan klinis, teknologi, dan ketulusan dalam perawatan.
Leona mengatakan, ortopedi menjadi salah satu center of excellence yang terus dikembangkan di secara grup, didukung oleh lebih dari 70 dokter spesialis ortopedi di 20 jaringan rumah sakit Primaya Hospital.
"Ke depan, kami akan terus mengembangkan layanan ini melalui penambahan subspesialisasi, seperti ortopedi onkologi dan ortopedi anak, serta adopsi teknologi medis terkini untuk menjawab kebutuhan pasien yang terus berkembang di Indonesia."
"Tahun ini, Primaya Hospital menargetkan membuka satu lagi PSCOC di Jakarta Barat, dan sedang dipersiapkan," ungkapnya.
Di PSCOC, penanganan dilakukan secara terintegrasi, mulai dari diagnosis, tindakan operatif maupun non-operatif, hingga rehabilitasi yang didukung teknologi modern seperti fisioterapi robotik dan berbagai terapi lanjutan.
Pendekatan ini juga membuat layanan tersebut dipercaya berbagai organisasi olahraga untuk mendukung kesehatan atlet.
Artinya, standar penanganan yang diberikan tidak hanya untuk pasien umum, tetapi juga memenuhi kebutuhan performa tinggi.
Yang tak kalah penting, semua layanan di PSCOC Primaya Hospital Bekasi Timur bisa di-cover BPJS Kesehatan.
Leona menjelaskan, layanan ortopedi menjadi salah satu fokus utama di Primaya Hospital Group.
Baca Juga: GERD Bisa Sembuh Asal Lakukan Ini
“Pencapaian lima tahun PSCOC mencerminkan komitmen kami dalam menghadirkan layanan yang mengintegrasikan keunggulan klinis, teknologi, dan ketulusan dalam perawatan,” cetus Leona.
Ke depan, pengembangan layanan ortopedi juga akan diperluas, termasuk penambahan subspesialisasi seperti ortopedi anak dan ortopedi onkologi untuk menjawab kebutuhan pasien yang semakin beragam. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yaspen Martinus
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement