Kredit Foto: Istimewa
Iran mengklaim telah menggunakan sistem pertahanan udara terbaru untuk menargetkan jet tempur milik Amerika Serikat. Hal ini menyusul konflik berkepanjangan antara keduanya di Timur Tengah,
Komando Militer Gabungan Khatam al-Anbiya menyebut sistem pertahanan yang digunakan merupakan hasil pengembangan dalam negeri. Terbaru, sistem tersebut sukses membuat jatuh F-15E Strike Eagle.
Baca Juga: Buntut Perang Iran, Trump Lakukan Reshuffle Kabinet Besar-Besaran
“Musuh harus tahu bahwa kami mengandalkan sistem pertahanan udara baru yang dibangun oleh generasi muda bangsa ini,” ujar Juru Bicara Khatam al-Anbiya.
F-15E Strike Eagle sebelumnya dilaporkan berhasil ditembak jatuh. Salah satu awak dilaporkan telah ditemukan melalui operasi pencarian dan penyelamatan. Dua Helikopter Black Hawk juga terkena tembakan daru Iran. Namun keduanya berhasil keluar dari wilayah udara Iran.
Sebelumnya, A-10 Warthog dilaporkan jatuh dalam wilayah dari Kuwait. Ia disebut telah terkena serangan, dengan pilot berhasil melontarkan diri.
Perang Iran, Israel dan Amerika Serikat terus berkecampuk lebih dari satu bulan lamanya di Timur Tengah. Terbaru, Korps Garda Revolusi Islam Iranmenyatakan telah meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone ke berbagai wilayah dari Israel.
Media Israel melaporkan dua hulu ledak dari rudal cluster jatuh di dekat kompleks militer dari Kirya di Tel Aviv. Selain Israel, Iran juga mengklaim menargetkan sistem militer dari Amerika Serikat di Timur Tengah.
Perkembangan ini menunjukkan meningkatnya risiko bagi pesawat dan instalasi militer dari Amerika Serikat dan Israel. Padahal Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyatakan telah menguasai wilayah udara dari Iran.
Serangkaian insiden ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik kawasan, dengan intensitas serangan yang melibatkan berbagai jenis persenjataan modern. Situasi ini juga meningkatkan kekhawatiran global terkait potensi konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Adapun Pemimpin Gereja Katolik, Paus Leo mendesak pembukaan kembali jalur diplomasi untuk mengakhiri konflik dari Israel, Amerika Serikat dan Iran. Seruan tersebut disampaikan dalam percakapan telepon dengan Presiden Israel, Isaac Herzog.
Baca Juga: Tujuan Hampir Dicapai, Trump Klaim Cetak Sejarah dalam Perang Iran dan Amerika Serikat
Paus Leo meminta sang presiden untuk membuka kembali semua jalur dialog guna meredakan konflik yang terus meningkat dalam kawasan dari Timur Tengah. Ia juga menekankan pentingnya perlindungan warga sipil serta penghormatan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter di tengah konflik.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement