Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Keuangan Syariah Melonjak, OJK Ungkap Potensi Jumbo Indonesia

Keuangan Syariah Melonjak, OJK Ungkap Potensi Jumbo Indonesia Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pertumbuhan signifikan aktivitas keuangan syariah sepanjang pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026, dengan penghimpunan dana mencapai Rp6,83 triliun dan penyaluran dana sebesar Rp6,86 triliun.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan capaian tersebut mencerminkan potensi besar sektor keuangan syariah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

“Fondasi ekonomi dan keuangan syariah yang sudah baik tersebut tentunya menjadi fondasi yang kuat bagi perekonomian Indonesia. Peluang ini didukung oleh potensi demografis, sosial, dan ekonomi masyarakat, termasuk basis populasi muslim sebesar 244,7 juta orang. Ini tentu luar biasa potensinya,” ujarnya dalam Penutupan Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026, dikutip pada Minggu (5/4/2026).

Sepanjang program, OJK bersama para pemangku kepentingan menggelar 1.283 kegiatan literasi, 459 kegiatan inklusi, serta 890 kegiatan sosial. Jumlah peserta edukasi mencapai 8,35 juta orang atau meningkat 31% dibandingkan tahun sebelumnya. Dana sosial yang disalurkan juga mencapai Rp86,2 miliar kepada 266.421 penerima manfaat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Dicky Kartikoyono, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam memperluas jangkauan keuangan syariah.

“Dengan bergerak bersama, upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah dapat tumbuh lebih pesat, menjangkau masyarakat lebih luas, serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” katanya.

Untuk memperkuat sektor ini, OJK juga menggandeng Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan Buku Edukasi Keuangan Berbasis Agama (ESA) 2026 sebagai panduan praktis pengelolaan keuangan berbasis nilai agama.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menilai peningkatan literasi menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi ekonomi syariah yang besar.

“Seharusnya peningkatannya bisa jauh lebih tinggi. Namun, ini sudah lebih baik dibandingkan sebelumnya. Saya melihat trennya naik, dan ada peningkatan dibandingkan tahun lalu. Ini patut diapresiasi,” ujarnya.

Baca Juga: Total Aset Industri Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 triliun

Baca Juga: Punya Basis Populasi Muslim 244,7 Juta Jiwa, OJK Terus Perluas Akses Keuangan Syariah

Sementara itu, Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa keuangan syariah harus terhubung dengan sektor riil.

“Keuangan syariah pada hakikatnya akan tumbuh berdampingan dan saling menguatkan dengan aktivitas ekonomi riil, baik UMKM, industri halal, maupun usaha produktif lainnya,” tuturnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement