Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Klaim Dapat Mukjizat Paskah, Amerika Serikat Yakin Tuhan 'Menyertai' Operasi Penyelamatan di Iran

Klaim Dapat Mukjizat Paskah, Amerika Serikat Yakin Tuhan 'Menyertai' Operasi Penyelamatan di Iran Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat menggunakan narasi keagamaan dalam menggambarkan operasi penyelamatan awak militer pesawat jet yang ditembak jatuh dalam wilayah dari Iran. Hal tersebut menjadi sorotan dunia karena dianggap membawa narasi religius menuju perang di Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan sejumlah pejabatnya menggambarkan operasi penyelamatan yang baru-baru ini terjadi sebagai keajaiban dari Paskah. Ia menyatakan bahwa keberhasilan misi tersebut merupakan bentuk intervensi ilahi, sementara sejumlah anggota kabinet turut menyampaikan pesan serupa dalam media sosial.

Baca Juga: Trump Klaim Langit Iran Sudah Dikuasai Amerika Serikat

"Penyelamatan itu adalah Mukjizat Paskah," kata Trump.

Awak yang diselamatkan merupakan perwira berpangkat kolonel dan bertugas sebagai weapons-systems officer dalam jet tempur dari F-15 Strike Eagle. Pesawat tersebut sebelumnya ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara dari Iran.

Trump menyatakan bahwa operasi berlangsung dalam wilayah pegunungan negara tersebut dan melibatkan puluhan pesawat militer. Awak tersebut dilaporkan mengalami luka, namun dipastikan dalam kondisi selamat. Ini merupakan awak kedua dari dua kru pesawat yang berhasil dievakuasi, setelah sebelumnya anggota kru lainnya telah lebih dulu diselamatkan.

Trump juga mengeluarkan ancaman keras terhadap Iran. Ia mengancam akan memberikan tekanan militer lebih dahsyat, termasuk kemungkinan serangan terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur lainnya jika tuntutannya tidak dipenuhi oleh Teheran.

Adapun Menteri Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent mengaitkan momen penyelamatan dengan simbol kebangkitan. Ia menyebut keberhasilan operasi tersebut sebagai salah satu misi penyelamatan terbesar dalam sejarah militer, yang terjadi bertepatan dengan hari suci umat dari Kristiani.

"Mukjizat Paskah dianggap sebagai kemenangan terbesar dalam sejarah. Dan karena itu, sangat tepat pada hari suci umat ini bahwa seorang prajurit yang pemberani diselamatkan dari balik garis musuh dalam salah satu misi pencarian dan penyelamatan terbesar dalam sejarah militer," kata Bessent.

Sementara Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth membagikan ulang pernyataan dari Trump. Ia mensyukuri keberhasilan operasi tersebut dengan mengatakan bahwa tuhan maha besar.

Penggunaan narasi religius ini menjadi sorotan karena mencampurkan unsur agama dengan kebijakan militer. Banyak pihak menilai penggunaan simbol dan narasi keagamaan dalam konteks perang berpotensi mengaburkan batas antara keyakinan pribadi dan kebijakan negara.

Baca Juga: Masuk Pegunungan Iran, Trump Sukses Evakuasi Pilot Amerika Serikat

Penggunaan narasi keagamaan bukanlah hal yang baru dari Trump. Ia sebelumnya juga pernah menyatakan bahwa dirinya selamat dari upaya pembunuhan saat kampanye pemilu karena diselamatkan oleh tuhan untuk menjalankan misinya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Advertisement