Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Emiten Kelapa OILS Gandakan Kapasitas Produksi, Bidik Pasar Global

Emiten Kelapa OILS Gandakan Kapasitas Produksi, Bidik Pasar Global Kredit Foto: Mochamad Ali Topan
Warta Ekonomi, Surabaya -

PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS), perusahaan pengolah crude coconut oil (CNO), membukukan kinerja positif pada kuartal I-2026. Berdasarkan laporan keuangan unaudited per Maret 2026, penjualan perseroan mencapai Rp299,9 miliar, meningkat signifikan dibandingkan posisi Desember 2025 sebesar Rp201,8 miliar.

Sejalan dengan pertumbuhan penjualan, laba bersih perseroan juga melonjak menjadi Rp3,18 miliar pada Maret 2026, dari Rp405,7 juta pada akhir 2025.

Direktur Keuangan PT Indo Oil Perkasa Tbk, Albert Widakdo Sutanto, mengatakan perseroan menargetkan pertumbuhan kinerja yang lebih tinggi sepanjang 2026.

"Kami memproyeksikan peningkatan sekitar 10% dari tahun lalu, dengan target omzet bersih mencapai Rp8,5 miliar," ujar Albert dalam sesi paparan publik di Surabaya.

Untuk mendukung target tersebut, perseroan menyiapkan rencana ekspansi kapasitas produksi pabrik Indosena, hasil kemitraan strategis PT Indo Oil Perkasa Tbk dengan Sena Mills Refineries dari Sri Lanka. Kapasitas produksi ditargetkan meningkat dua kali lipat pada akhir tahun ini.

Selain meningkatkan kapasitas produksi, perseroan juga memperkuat strategi hilirisasi melalui riset dan pengembangan berkelanjutan serta pembangunan kilang (refinery) terintegrasi.

"Kami harus memikirkan masa depan termasuk integrasi dari hulu ke hilir. Kita bisa mensuplai sendiri barang kita, memastikan kualitas, dan mendapatkan nilai tambah yang lebih tinggi terhadap produksi kita," kata Albert.

Direktur Utama PT Indo Oil Perkasa Tbk, Johan Widakso Liem, memastikan infrastruktur yang dimiliki perusahaan saat ini telah siap mendukung agenda ekspansi tersebut.

"Pada awal mendesain infrastruktur Indosena, kami menargetkan kapasitas 60 ton per hari. Saat ini kita baru mencapai 25 ton per hari, sehingga infrastruktur yang sudah dipersiapkan sejak awal memudahkan kami untuk melakukan ekspansi," jelas Johan.

Di sisi pasar, perseroan juga menyiapkan langkah strategis untuk memperluas ekspor dengan mengirimkan tepung kelapa (desiccated coconut flour) ke Sri Lanka.

Johan mengatakan pemilihan Sri Lanka didasarkan pada potensi pasar yang dinilai menjanjikan bagi pengembangan bisnis perseroan.

"Tujuan utama kita adalah untuk mendukung dan menguasai pasar Sri Lanka," ujarnya.

Albert menegaskan manajemen memiliki komitmen jangka panjang untuk mentransformasi Indo Oil menjadi perusahaan berkelanjutan (sustainable company) yang mampu memproduksi berbagai produk turunan kelapa.

"Target dan harapan kami sama, yakni menjadi salah satu pemain kelapa terbesar, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat dunia," tutup Albert.

Dengan pertumbuhan kinerja yang kuat pada awal tahun serta strategi ekspansi kapasitas dan pasar yang telah disiapkan, PT Indo Oil Perkasa Tbk optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama industri pengolahan kelapa nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Mochamad Ali Topan
Editor: Annisa Nurfitri