Masuk Pegunungan Iran, Trump Sukses Evakuasi Pilot Amerika Serikat
Kredit Foto: Istimewa
Amerika Serikat mengumumkan bahwa pihaknya berhasil melakukan operasi penyelamatan berisiko tinggi terhadap seorang awak pesawat tempur yang jatuh di Iran. Hal ini terjadi di tengah membaranya konflik kedua negara yang sudah berlangsung lebih dari satu bulan di Timur Tengah.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyebut operasi tersebut sebagai salah satu misi pencarian dan penyelamatan paling berani dalam sejarah militer dari Washington.
Baca Juga: Paus Leo Desak Israel Akhiri Perang Iran
"Selama beberapa jam terakhir, kami telah melakukan salah satu operasi pencarian dan penyelamatan paling berani dalam sejarah dari AS," kata Trump.
Awak yang diselamatkan merupakan perwira berpangkat kolonel dan bertugas sebagai weapons-systems officer dalam jet tempur dari F-15 Strike Eagle. Pesawat tersebut sebelumnya ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara dari Iran.
Trump menyatakan bahwa operasi berlangsung dalam wilayah pegunungan negara tersebut dan melibatkan puluhan pesawat militer. Awak tersebut dilaporkan mengalami luka, namun dipastikan dalam kondisi selamat.
Ini merupakan awak kedua dari dua kru pesawat yang berhasil dievakuasi, setelah sebelumnya anggota kru lainnya telah lebih dulu diselamatkan.
Trump mengklaim keberhasilan operasi ini menunjukkan dominasi udaranya atas Iran. Meski demikian, banyak laporan dan data yang membantah klaim dari Trump. Misi penyelamatan diketahui menghadapi perlawanan kuat dari pasukan Iran. Islamic Revolutionary Guard Corps mengklaim telah menghancurkan beberapa pesawat selama operasi tersebut.
"Fakta bahwa kita mampu melakukan kedua operasi ini, tanpa satu pun warga kami yang tewas, atau bahkan terluka, sekali lagi membuktikan bahwa kita telah mencapai dominasi dan keunggulan udara yang luar biasa di Iran," katanya.
Dua Black Hawk yang terlibat dalam pencarian juga terkena tembakan, namun berhasil keluar dari wilayah udara dari Iran. A-10 Warthog juga dilaporkan jatuh di Kuwait. Sebelumnya, Iran juga dilaporkan mengajak warganya untuk membantu menemukan awak pesawat tersebut.
Iran juga diketahui masih mampu menembak jatuh pesawat tempur menunjukkan kemampuan militernya belum sepenuhnya lumpuh. Laporan intelijen juga menunjukkan mereka masih memiliki cadangan besar rudal dan drone, yang terus menjadi ancaman bagi operasi militer di Timur Tengah.
Baca Juga: Perang Akan Panjang, Amerika Serikat Tak Sengaja Beri 'Senjata' Mengerikan ke Iran
Perang Amerika Serikat, Israel dan Iran kini telah meluas di Timur Tengah. Ia juga menewaskan ribuan orang serta memicu lonjakan harga energi global. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global dan stabilitas ekonomi, seiring berlanjutnya konflik tanpa tanda-tanda mereda.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait:
Advertisement