Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pemerintah Geser Sumber Impor LPG ke Luar Timur Tengah

Pemerintah Geser Sumber Impor LPG ke Luar Timur Tengah Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah memperkuat strategi ketahanan energi nasional dengan melakukan diversifikasi sumber pasokan liquid petroleum gas (LPG).

Langkah strategis ini dilakukan dengan mengalihkan pengadaan LPG dari kawasan Timur Tengah ke negara-negara alternatif, guna memitigasi risiko gangguan rantai pasok global dan menjaga cadangan penyangga di dalam negeri.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, kebijakan pengalihan sumber impor ini dilakukan untuk memastikan stabilitas stok LPG nasional tetap terjaga, di tengah gejolak geopolitik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

“LPG sampai sekarang insyaallah doain kita tetap aman, karena yang kita ambil dari Timur Tengah itu sudah kita alihkan ke negara lain ya, seperti di Amerika, di Australia, beberapa negara lain,” ungkap Bahlil di KESDM, Jakarta, Senin (5/4/2026).

Bahlil menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari manajemen risiko energi yang terukur.

Pola serupa juga diterapkan pada sektor minyak mentah (crude oil) dengan memperluas jangkauan sumber pasokan ke wilayah Afrika.

"Ini sama hukumnya dengan ketika kita mengonversi tentang crude dari Middle East ke beberapa negara seperti di Angola, kemudian Nigeria dan Afrika ya,” jelasnya.         

Ketahanan Cadangan Energi

Mengenai posisi strategi cadangan energi Indonesia saat ini, Bahlil memastikan ketersediaan stok masih berada pada tingkat yang mampu untuk memenuhi kebutuhan domestik.

Pemerintah terus memantau pergerakan stok untuk memastikan tidak ada gangguan pada distribusi di tingkat masyarakat.

“Sekarang stok kita masih dalam taraf stok minimum nasional. Jadi insyaallah clear,” terang Bahlil.

Di tengah tantangan menyediakan energi fosil, Bahlil juga menekankan pentingnya dukungan terhadap upaya pemerintah dalam mengembangkan energi alternatif.

Hal ini termasuk rencana implementasi B50 pada 1 Juli mendatang, sebagai instrumen untuk memperkuat kemandirian energi nasional.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga dan Dirjen Migas Cek Berat dan Harga LPG 3 Kg di Jakarta hingga Bekasi

"Inilah kenapa pemerintah dari awal itu mencari energi alternatif."

"Jadi kalau boleh teman-teman media juga mendukung deh, apa yang dibuat oleh pemerintah dalam konteks kebaikan rakyat bangsa dan negara ya," paparnya. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus

Advertisement