Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Miskalkulasi Amerika Serikat, Gencatan Senjata Malah Perkuat Posisi Iran di Timur Tengah

Miskalkulasi Amerika Serikat, Gencatan Senjata Malah Perkuat Posisi Iran di Timur Tengah Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Konflik Iran dan Amerika Serikat dinilai sebagai miskalkulasi dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Hampir enam minggu konflik dan berakhir sementara dengan gencatan senjata, hasilnya justru memperkuat posisi strategis dari Teheran.

Dikutip dari Reuters, Pakar Hubungan Timur Tengah, Fawaz Gerges menyebut konflik ini sebagai kesalahan strategis besar dari Washington. Menurutnya, gencatan senjata telah memperlihatkan bagaimana sejumlah tujuan utama tidak tercapai oleh Amerika Serikat. 

"Perang ini akan dikenang sebagai kesalahan perhitungan strategis Trump yang fatal. Kesalahan yang konsekuensinya membentuk kembali kawasan ini dengan cara yang tidak terduga," kata Gerges.

Menurut Gerges, Trump memang mengklaim kemenangan, tetapi realitas di lapangan menunjukkan dinamika yang lebih kompleks. Ia melihat sejumlah hal yang digembar-gemborkan sang presiden tidaklah terjadi, mulai dari pergantian rezim hingga pelemahan pengaruh regional dari Iran.

"Apa yang sebenarnya dicapai oleh Amerika Serikat-Israel? Perubahan rezim di Teheran? Tidak. Penyerahan Republik Islam? Tidak. Pembendungan persediaan uranium yang diperkaya tinggi oleh Iran? Tidak. Mengakhiri dukungan mereka untuk sekutu regionalnya? Tidak," kata Gerges.

Gerges mengatakan Salah satu perubahan terbesar adalah meningkatnya kontrol atas Selat Hormuz. Ia merupakan jalur sital yang dilalui sekitar dua puluh persen pasokan minyak dan gas dunia.

Jika Iran sebelumnya hanya memantau dan sesekali mengganggu kapal, kini mereka dinilai bertindak sebagai penjaga gerbang (gatekeeper) yang menentukan akses dan syarat pelayaran. Bahkan, Teheran mengusulkan skema tarif bagi kapal yang melintas.

Iran juga dinilai berhasil mempertahankan, bahkan memperluas, pengaruhnya dalam kawasan dari Timur Tengah. Hezbollah hingga sekutu lainnya dari negara tersebut aktif, sementara pengaruhnya juga menjangkau jalur strategis lain seperti Laut Merah.

Internal Iran juga tetap kokoh meski mengalami kerusakan ekonomi dan infrastruktur akibat serangan. Hal ini menunjukkan daya tahan politik yang kuat di tengah tekanan eksternal dari Israel dan Amerika Serikat.

Dampak konflik juga tidak hanya dirasakan dalam kawasan, tetapi juga secara global melalui gangguan pasokan energi dan tekanan ekonomi. Negara Teluk yang bergantung pada stabilitas energi juga turut terdampak.

Meski gencatan senjata membuka jalan bagi negosiasi lanjutan, para analis menilai keberlanjutannya sangat bergantung pada penyelesaian isu-isu mendasar. Tanpa kesepakatan komprehensif, kondisi saat ini justru berisiko memperkuat posisi Iran dalam jangka panjang.

Gerges memperingatkan bahwa gencatan senjata hanyalah jeda sementara. Jika akar konflik seperti program nuklir, pengaruh regional, dan kontrol jalur energi tidak diselesaikan, ketegangan berpotensi kembali meningkat dan bahkan lebih kompleks di masa depan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar