Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Malaysia Puncaki Daftar Negara Paling Menarik untuk Investasi di Asia Tenggara

Malaysia Puncaki Daftar Negara Paling Menarik untuk Investasi di Asia Tenggara Kredit Foto: Antara/Rafiuddin Abdul Rahman
Warta Ekonomi, Jakarta -

Malaysia berhasil menempati peringkat pertama sebagai negara berkembang (emerging market) dengan daya tarik investasi tertinggi di kawasan Asia Tenggara.

Pencapaian ini merujuk pada laporan terbaru Indeks Peluang Global (Global Opportunity Index/GOI) 2026 yang dirilis oleh lembaga riset Milken Institute.

Dalam skala global, Malaysia menduduki posisi ke-23, menjadikannya yang teratas di antara negara-negara berkembang di Asia Tenggara. Posisi strategis ini ditopang oleh kualitas kelembagaan yang kuat serta fondasi ekonomi yang sangat kokoh.

Malaysia tampil menonjol berkat kinerjanya yang konsisten di lima pilar utama penilaian GOI. Secara spesifik, negara ini menempati peringkat ke-17 dunia untuk kategori Jasa Keuangan dan peringkat ke-18 untuk Persepsi Bisnis.

Sebagai informasi, GOI merupakan daftar peringkat tahunan yang mengevaluasi daya tarik investasi suatu negara berdasarkan 101 variabel.

Ratusan variabel tersebut dikelompokkan ke dalam lima kategori utama: Persepsi Bisnis, Dasar Ekonomi, Jasa Keuangan, Kerangka Kerja Kelembagaan, serta Standar & Kebijakan Internasional. 

Laporan GOI 2026 ini juga menyoroti peran strategis kawasan Asia Tenggara yang semakin vital dalam alokasi modal global.

Tercatat, enam pasar utama di Asia Tenggara berhasil menyedot 8,2 persen dari total arus modal global yang masuk ke negara-negara berkembang sepanjang periode 2021 hingga 2024. Lebih dari 70 persen dari arus masuk tersebut didominasi oleh investasi langsung asing (FDI).

Direktur Geoekonomi Milken Institute, Matthew Aleshi, menilai bahwa narasi pertumbuhan di Asia Tenggara tetap sangat menarik bagi pasar global, meskipun saat ini para investor bertindak jauh lebih selektif.

"Kami mengamati adanya pergeseran modal global yang terus mengalir ke emerging market dengan tingkat pertumbuhan tinggi, dan Asia Tenggara merupakan penerima manfaat utama dari tren tersebut," ungkap Aleshi.

Ia menekankan bahwa negara-negara yang mampu menjaga stabilitas makroekonomi, memperkuat tata kelola pemerintahan, sekaligus memperdalam sistem keuangannya akan memiliki posisi paling diuntungkan untuk menarik investasi jangka panjang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat

Tag Terkait: