Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Hilirisasi & Logam Dasar Dongkrak Realisasi Investasi di Q1-2026

Hilirisasi & Logam Dasar Dongkrak Realisasi Investasi di Q1-2026 Kredit Foto: Azka Elfriza
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ekspansi pada subsektor industri logam dasar serta sektor jasa lainnya, menjadi motor penggerak utama penanaman modal nasional pada pembukaan tahun ini.

Performa sektoral yang solid tersebut mendorong realisasi investasi kuartal (Q) I/2026 mencapai Rp497 triliun, tumbuh 6,9% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P Roeslani merinci, Industri Logam Dasar mencatatkan realisasi tertinggi mencapai Rp67 triliun pada periode Januari–Maret 2026.

Capaian ini disusul oleh sektor Transportasi, Gudang, dan Telekomunikasi senilai Rp54 triliun, serta sektor Pertambangan sebesar Rp51 triliun.

Selain sektor industri manufaktur, sektor Jasa Lainnya yang mencakup pembangunan pusat data (data center) juga menunjukkan taringnya dengan torehan Rp43 triliun.

Sementara, subsektor Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran berkontribusi senilai Rp36 triliun.

“Hilirisasi masih menjadi kontributor besar, kurang lebih 30% dari seluruh investasi yang masuk."

"Prognosis hilirisasi Sumber Daya Alam (SDA) pada kuartal pertama saja sudah menyentuh Rp150,1 triliun,” ujar Rosan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR, Senin (13/4/2026).

Capaian Triwulan I

Solidnya performa subsektor unggulan tersebut membuat prognosis total realisasi investasi triwulan I/2026 sebesar Rp497 triliun, berada dalam jalur yang tepat (on-track).

Angka ini setara dengan 24,3% dari target tahunan 2026 yang dipatok sebesar Rp2.041,3 triliun berdasarkan Perpres 117/2025.

Selain dari sisi nilai modal, investasi pada kuartal pertama ini diproyeksikan mampu menyerap hingga 627.036 tenaga kerja, atau meningkat 5,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara spasial, DKI Jakarta masih mendominasi sebaran investasi dengan raihan Rp74 triliun, diikuti Jawa Barat (Rp72 triliun), Jawa Timur (Rp38 triliun), Sulawesi Tengah (Rp34 triliun), dan Banten (Rp33 triliun).

Peta Jalan Rp13.032 Triliun

Rosan menegaskan, capaian awal tahun ini merupakan fondasi penting untuk mengejar sasaran akumulasi investasi jangka menengah (RPJMN 2025–2029), yang ditetapkan sebesar Rp13.032,8 triliun.

Target ambisius ini dipasang guna menyokong visi Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai pertumbuhan ekonomi 8%.

Guna memitigasi risiko geopolitik dan ketidakpastian birokrasi, kementerian mengandalkan kebijakan fiktif positif pada sistem Online Single Submission (OSS).

Kebijakan ini memastikan izin investasi otomatis terbit, jika kementerian teknis tidak merespons dalam waktu 20 hari.

“Sejak implementasi PP 28/2025 dan kebijakan fiktif positif, terjadi lonjakan 1,8 juta Nomor Induk Berusaha (NIB) baru hanya dalam kurun waktu 5 bulan terakhir."

"Ini menunjukkan gairah dunia usaha tetap tinggi,” paparnya.

Baca Juga: India Siap Investasi di Industri Logam Indonesia

Pemerintah juga mengonfirmasi anggaran pengembangan sistem OSS kini telah disetujui untuk mengintegrasikan teknologi artificial intelligence (AI) dan blockchain.

Langkah ini ditujukan untuk mempercepat integrasi layanan di 18 kementerian/lembaga secara otomatis pada tahun ini. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus