Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Antam Borong 100% Emas Freeport di 2026

Antam Borong 100% Emas Freeport di 2026 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Freeport Indonesia (PTFI) memastikan akan memasok seluruh produksi emasnya kepada PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) di tahun 2026. Langkah ini menjadikan Antam sebagai penyerap tunggal (sole offtaker) produksi emas Freeport tahun ini.

Kesepakatan ini disampaikan oleh Direktur Utama PTFI Tony Wenas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Grup MIND ID dengan Komisi XII DPR RI, Senin (13/4/2026). 

"Rencana produksi metal kami adalah 1,1 miliar pound tembaga dan 800 juta ounces emas. Kalau ditonkan itu emasnya akan mencapai 26 ton. Dan rencananya ini 100% akan di offtake oleh PT Antam," tegas Tony Wenas.

Volume pasokan tersebut diproyeksikan akan terus mendaki secara signifikan. Pada tahun 2027, PTFI membidik produksi emas sebesar 39 ton atau setara 1,3 juta ounces, didorong oleh kontribusi blok produksi berkadar tinggi (high grade).Tony merinci, alur produksi dari hulu hingga menjadi logam murni memakan waktu sekitar tiga bulan. 

Ekspansi Kapasitas ANTM

Di sisi lain, PT Antam Tbk tengah memacu kesiapan infrastruktur manufaktur logam mulia melalui pengembangan Proyek Avere di Gresik, Jawa Timur. 

Fasilitas ini dirancang untuk memaksimalkan nilai tambah dari bahan baku yang dipasok oleh PTFI.

Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, menjelaskan bahwa Proyek Avere menjadi pilar utama perusahaan untuk mencapai kemandirian rantai pasok. Fasilitas manufaktur ini ditargetkan memiliki kapasitas produksi yang mampu menyerap suplai besar tersebut.

Baca Juga: Tepis Isu 'Orang Dalam', Antam Perketat GCG dan Digitalisasi Emas

"Untuk emas melalui proyek Avere yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi emas hingga 30 ton serta mencapai hingga 5 juta pieces gold minted bars dan koin. Saat ini telah memasuki tahap prakonstruksi dengan progres pada proses tender EPCC, pengurusan perizinan serta pekerjaan awal konstruksi," papar Untung.

Dengan kapasitas manufaktur Antam yang mencapai 30 ton per tahun dan jaminan pasokan emas dari Freeport, Indonesia kini memiliki ekosistem logam mulia yang kompetitif secara global. Sinergi ini sekaligus mengikis ketergantungan industri hilir emas domestik terhadap pasokan bahan baku dari pasar internasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Amry Nur Hidayat

Advertisement