Kredit Foto: Istimewa
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam mencatatkan performa gemilang pada segmen emas sepanjang triwulan I-2026. Produk logam muliaini kembali menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan dengan kontribusi mencapai 81% terhadap total penjualan bersih perseroan.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, penjualan emas Antam pada 1Q26 tumbuh 11% menjadi Rp23,89 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp21,61 triliun. Pencapaian ini diraih berkat strategi penguatan basis pelanggan domestik di tengah fluktuasi harga komoditas global dan ketidakpastian geopolitik.
Selama periode Januari-Maret 2026, Antam berhasil membukukan volume penjualan emas sebesar 8.464 kg atau setara 272.124 troy oz. Dominasi pasar lokal terlihat sangat kontras, di mana total penjualan domestik Antam (seluruh komoditas) mencapai Rp28,31 triliun atau 97% dari total pendapatan, yang sebagian besar digerakkan oleh permintaan emas.
Direktur Utama Antam, Untung Budiharto, menjelaskan bahwa kesinambungan pasokan menjadi kunci utama dalam menjaga momentum pertumbuhan segmen ini. Sebagai langkah strategis, Antam telah menandatangani Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) dengan Merdeka Grup pada 4 Maret 2026.
“Kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan emasnasional sekaligus memastikan kesinambungan pasokan bagi industri domestik. Kamikonsisten menerapkan strategi pemasaran yang adaptif dan inovatif untuk menjagakepercayaan konsumen,” tutur Untung dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).
Topang Profitabilitas
Konsolidasi Moncernya kinerja lini bisnis emas ini menjadi faktor krusial yang mengerek laba bersih konsolidasi Antam hingga melejit 58% menjadi Rp3,66 triliun pada 1Q26, dari sebelumnya Rp2,32 triliun pada 1Q25.
Baca Juga: Antam (ANTM) Bukukan Laba Rp3,66 Triliun di Kuartal I 2026, Melesat 58%
Baca Juga: Cetak Rekor! Laba Antam (ANTM) Tembus Rp7,92 Triliun Sepanjang 2025
Pertumbuhan ini juga berdampak positif pada laba bersih per saham dasar yang meningkat 60% menjadi Rp141,77 per saham. Selain itu, arus kas dari operasional yang kuat—terutama dari penjualan emas—turut mendongkrak posisi kas dan setara kas perseroan menjadi Rp9,04 triliun, meningkat 31% secara tahunan.
Secara keseluruhan, pendapatan usaha Antam pada kuartal pertama tahun inimencapai Rp29,32 triliun. Meskipun perusahaan juga mengandalkan segmen nikel danbauksit, emas tetap menjadi motor utama pertumbuhan yang menjaga ketangguhan finansial emiten pelat merah ini di awal tahun 2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Fajar Sulaiman
Tag Terkait: