Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Jalur Bogor Diperpanjang, Infrastruktur Digenjot Demi Tingkatkan Kapasitas

Jalur Bogor Diperpanjang, Infrastruktur Digenjot Demi Tingkatkan Kapasitas Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengembangan infrastruktur perkeretaapian di Stasiun Bogor melalui perpanjangan jalur 6, 7, dan 8 mulai dilakukan pada 15 April 2026 selama 90 hari sebagai upaya meningkatkan kapasitas angkut transportasi, seiring rencana operasional penuh kereta Commuter Line dengan stamformasi 12 (SF12).

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan bahwa proyek ini ditujukan untuk mengakomodasi peningkatan volume penumpang yang terus terjadi dan meningkatkan kapasitas layanan yang sebelumnya terbatas pada rangkaian SF10.

“Selama periode pekerjaan mulai besok 15 April 2026, pengguna Commuter Line Bogor yang naik dan turun hanya akan dilayani di peron jalur 2-3 dan peron jalur 4-5,” ujar Karina dalam keterangan tertulis, Minggu (19/4/2026).

Adapun penutupan jalur 6, 7, dan 8, kata Karina, dilakukan untuk mendukung percepatan pekerjaan konstruksi. Namun, sebagai kompensasinya, KAI Commuter menyiapkan fasilitas pendukung berupa selasar dan penyeberangan rel sementara guna menjaga kelancaran mobilitas penumpang, khususnya dari akses Jalan Kapten Muslihat menuju peron utama.

Selain itu, pengaturan akses keluar masuk di hall barat stasiun juga akan dilakukan secara situasional untuk mengantisipasi antrean pada jam sibuk. Nantinya, para penumpang dari sisi selatan juga diarahkan menggunakan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Stasiun Bogor Paledang.

Baca Juga: Gubernur Papua Bertemu Direksi KAI, Bahas Pembangunan Kereta Api di Bumi Cenderawasih

Baca Juga: Lebarkan Sayap, KAI Logistik Garap Angkutan CPO di Sumatera Utara

Selama masa pekerjaan, Karina juga mengatakan bahwa terdapat sebanyak 31 penyesuaian jadwal perjalanan Commuter Line dengan perubahan waktu keberangkatan dan kedatangan sekitar 2–3 menit.

“Terdapat penyesuaian 31 jadwal keberangkatan dan kedatangan perjalanan Commuter Line Bogor selama 2-3 menit dari jadwal sebelumnya. Sedangkan pemberangkatan lainnya tidak mengalami perubahan,” kata Karina.

Sebagai informasi, Stasiun Bogor mencatatkan pengguna yang cukup tinggi yakni mencapai 98 ribu hingga 100 ribu penumpang per hari. Dengan volume tersebut, Stasiun Bogor bisa disebut menjadi salah satu simpul transportasi dengan volume tertinggi di jaringan Commuter Line Jabodetabek.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Fajar Sulaiman

Advertisement