Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
"Kita harapkan cairan (karbon) yang diinjeksi ke bawah mampu menaikkan pressure, sehingga produksi minyak dan gas meningkat,” ujar Nasri di KESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Dari sisi kesiapan geologi, Lapangan Arun disebut menempati posisi sebagai aset paling prospektif (ready) untuk implementasi CCS di Indonesia.
Berstatus sebagai lapangan gas raksasa yang telah mengalami penurunan cadangan (depleted) hingga 96%, Arun menawarkan integritas struktur reservoir yang masif dan stabil, untuk penyimpanan karbon dalam jangka panjang.
BPMA kini tengah mendorong PT PEMA Global Energi (PGE) selaku operator, untuk segera mengeksekusi pilot project injeksi karbon pada semester II tahun ini.
Proyek ini diproyeksikan menjadi pionir integrasi industri hulu-hilir.
Di mana, emisi karbon akan ditangkap dari pabrik pupuk PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), untuk kemudian diinjeksikan kembali ke reservoir di Blok Arun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement