Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
"Ini yang belum kita kejar,” ujarnya dalam media briefing di Auditorium Badan Komunikasi, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Selain beras, produksi jagung naik 6,74% menjadi sekitar 10,2 juta ton, dengan luas panen 2,71 juta hektare.
Produksi bawang merah meningkat 4,82% menjadi 2,18 juta ton, sementara cabai melonjak 16,72% menjadi 1,72 juta ton.
Di sektor peternakan, produksi daging ayam tercatat 4,06 juta ton atau naik 3,99%, dan telur ayam mencapai 631 ribu ton atau meningkat 2,92%.
Dengan tren tersebut, Kementan menegaskan persoalan utama saat ini bukan lagi kekurangan pasokan, melainkan pengelolaan kelebihan produksi.
“Sekarang ini bukan soal kekurangan bahan, melainkan bagaimana menyimpan dan mengelola kelebihan produksi,” kata Sam.
Kondisi surplus juga terjadi pada sebagian besar komoditas pangan nasional.
Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan I Gusti Ketut Astawa menyebut, 9 dari 11 komoditas telah melampaui kebutuhan domestik.
“Artinya produksi kita melebihi kebutuhan."
"Ada ketersediaan, cadangan, dan carry over stock,” ujar Ketut.
Dari sisi ketersediaan, stok beras nasional terus menguat.
Berdasarkan data Perum Bulog, stok beras per 18 April 2026 mencapai 4,91 juta ton.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement