Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Pemerintah Kendalikan Produksi Ayam Ras Demi Stabilkan Harga

Pemerintah Kendalikan Produksi Ayam Ras Demi Stabilkan Harga Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Stabilitas harga ayam ras kini tidak lagi sepenuhnya diserahkan pada mekanisme pasar, melainkan mulai dikendalikan melalui pengaturan produksi oleh pemerintah. Langkah ini menunjukkan adanya peran negara yang semakin aktif dalam menjaga keseimbangan sektor pangan strategis.

Kementerian Pertanian melalui kebijakan penataan bibit berupaya memastikan produksi tidak berlebih maupun kekurangan di pasar. Pendekatan ini dilakukan untuk menghindari fluktuasi harga yang selama ini kerap merugikan peternak.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Ditjen PKH Hary Suhada menjelaskan bahwa pengaturan pemasukan bibit dilakukan secara terukur dan disesuaikan dengan kebutuhan nasional. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

“Perencanaan dan realisasi pemasukan GPS terus kami sinkronkan dengan kebutuhan nasional, sehingga pengaturan produksi dapat berjalan lebih optimal,” ujar Hary dikutip dari ANTARA.

Dengan pendekatan ini, produksi diharapkan lebih presisi dan tidak memicu gejolak harga.

Pengaturan tersebut dibahas dalam evaluasi triwulanan yang menjadi dasar penyesuaian kebijakan ke depan. Data realisasi pemasukan bibit menjadi acuan utama dalam menentukan arah produksi nasional.

Pada triwulan pertama, realisasi pemasukan Grand Parent Stock (GPS) broiler tercatat mencapai 87.150 ekor DOC, sementara GPS layer sebanyak 2.995 ekor. Angka ini menjadi indikator awal untuk menjaga ritme produksi agar tetap stabil sepanjang tahun.

Selain itu, pemerintah mengandalkan skema National Stock Replacement (NSR) sebagai instrumen utama dalam mengontrol produksi. Sistem ini mengatur waktu pemasukan dan distribusi bibit secara lebih terencana.

“Bagi peternak, penerapan NSR memberikan kepastian produksi stabil, sehingga harga di tingkat kandang dapat terjaga dan usaha tetap berkelanjutan,” kata Hary.

Skema ini dinilai mampu memberikan kepastian bagi pelaku usaha di sektor perunggasan.

Di sisi lain, pemerintah juga membuka peluang sumber bibit dari luar negeri untuk memperkuat pasokan. Negara seperti Australia dan United Kingdom menjadi bagian dari sumber alternatif yang telah memiliki kesepakatan dengan Indonesia.

Pakar Ditjen PKH Trioso Purnawarman menekankan pentingnya menjaga distribusi produksi agar tidak timpang antarperiode. Menurutnya, keseimbangan pasokan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas pasar.

“Sebaran NSR perlu dijaga agar tetap proporsional, sehingga kesinambungan pasokan dan stabilitas pasar dapat terjaga,” ujarnya.

Baca Juga: 86 Juta Warga Masuk Kelas Menengah Transisi, Mandiri Institute: Lapangan Kerja Berkualitas Kunci Dorong Resiliensi

Hal ini menunjukkan bahwa pengaturan produksi harus dilakukan secara konsisten.

Di tengah upaya tersebut, pelaku industri juga melihat pentingnya manajemen produksi yang tepat. Ketua GPPU Dawami menilai stabilitas harga sangat bergantung pada keseimbangan produksi.

“Dengan pengaturan produksi yang baik, stabilitas harga dapat tetap terjaga sehingga memberikan kepastian bagi peternak dan konsumen,” katanya. 

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Amry Nur Hidayat