Kredit Foto: Kemkomdigi
Talenta masa depan harus mampu memahami cara kerja AI, sekaligus mengendalikan penggunaannya secara bijak.
“Desain AI harus human-centric, agar teknologi yang dikembangkan memberi dampak positif pada manusia."
"Dalam pengambilan keputusan, AI harus tetap menempatkan manusia sebagai pusat melalui pendekatan human in the loop,” tuturnya.,
Nezar juga menyoroti kecenderungan penggunaan AI yang serba instan.
Jika tidak diimbangi dengan kesadaran kritis, hal ini berpotensi melemahkan kemampuan analisis dan penilaian etis.
Ia menegaskan, setiap hasil yang dihasilkan AI tetap harus dievaluasi secara kritis oleh manusia, dan kemampuan mengambil keputusan tidak boleh sepenuhnya dialihkan ke mesin.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait:
Advertisement