Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kartini Masa Kini! Ini Deretan Perempuan Terkaya RI Kuasai Bisnis Triliunan

Kartini Masa Kini! Ini Deretan Perempuan Terkaya RI Kuasai Bisnis Triliunan Kredit Foto: Ist
Warta Ekonomi, Jakarta -

Peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap 21 April menjadi momentum menyoroti kiprah perempuan Indonesia di berbagai sektor, termasuk dunia usaha. Sejumlah pengusaha perempuan nasional tercatat masuk daftar miliarder dunia versi Forbes per 21 April 2026, dengan sumber kekayaan dari data center, batu bara, perkebunan sawit, hingga bisnis terdiversifikasi.

Marina Budiman menjadi perempuan terkaya Indonesia dalam daftar tersebut dengan kekayaan US$6,1 miliar dan menempati posisi 695 dunia. Dalam daftar Indonesia’s 50 Richest 2025, Marina berada di peringkat kedelapan.

Marina dikenal sebagai salah satu pendiri dan Presiden Komisaris PT DCI Indonesia Tbk, perusahaan pusat data yang berdiri pada 2011. Forbes mencatat sumber utama kekayaannya berasal dari bisnis data center yang berkembang seiring meningkatnya kebutuhan digitalisasi dan penyimpanan data di Indonesia.

Perempuan kelahiran 1961 itu merupakan lulusan University of Toronto jurusan ekonomi. Sebelum mendirikan DCI Indonesia, ia pernah bekerja di Bank Bali dan Sigma Cipta Caraka. Marina juga menjadi salah satu pendiri Indonet pada 1994, penyedia layanan internet pertama di Indonesia.

Baca Juga: Tak Hanya Kesetaraan, BDO Maknai Semangat Kartini sebagai Kemampuan Khas Perempuan dalam Memimpin

Baca Juga: Jaga Semangat Kartini, Telkom Dorong Perempuan Ambil Peran di Garis Depan Kepemimpinan

Di posisi berikutnya terdapat Dewi Kam dengan kekayaan US$3,2 miliar dan peringkat 1.331 dunia. Dalam daftar Indonesia’s 50 Richest 2025, Dewi berada di posisi ke-17.

Forbes menyebut sebagian besar kekayaan Dewi berasal dari kepemilikan minoritas di PT Bayan Resources Tbk, salah satu produsen batu bara terbesar di Indonesia berdasarkan volume penjualan. Selain itu, Dewi juga memiliki kepentingan bisnis di sektor pembangunan dan operasional pembangkit listrik.

Selanjutnya, Wirastuty Fangiono masuk daftar dengan kekayaan US$1,6 miliar dan peringkat 2.498 dunia. Ia mengendalikan perusahaan sawit FAP Agri yang melantai di bursa pada 2021.

Perusahaan tersebut didirikan pada 1994 dan memiliki konsesi lebih dari 110.000 hektare perkebunan sawit di Indonesia. Wirastuty juga memiliki kepemilikan saham di First Resources, perusahaan sawit yang tercatat di Singapura.

Nama lain yang masuk daftar adalah Hartati Murdaya dengan kekayaan US$1,2 miliar dan peringkat 3.064 dunia. Dalam daftar Indonesia’s 50 Richest 2025, Hartati berada di posisi ke-44.

Hartati merupakan Presiden Direktur Central Cipta Murdaya, grup usaha yang memiliki portofolio di bidang rekayasa, teknologi informasi, sawit, dan kayu lapis. Ia juga tercatat memiliki saham signifikan di PT Metropolitan Kentjana Tbk serta Jakarta International Expo.

Momentum Hari Kartini tahun ini menunjukkan kiprah perempuan Indonesia terus menguat di panggung bisnis nasional maupun global. Dari sektor teknologi hingga energi, para pengusaha perempuan tersebut menjadi bagian dari wajah baru kepemimpinan ekonomi Indonesia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement