Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Grup Djarum (IBST) Mau Pamit dari Bursa, Saham Publik Siap Dibeli Rp5.400

Grup Djarum (IBST) Mau Pamit dari Bursa, Saham Publik Siap Dibeli Rp5.400 Kredit Foto: Uswah Hasanah
Warta Ekonomi, Jakarta -

Emiten Grup Djarum, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST) mengumumkan rencana perubahan status Perseroan dari perusahaan terbuka menjadi perusahaan tertutup (go private) dan penghapusan pencatatan saham-saham Perseroan dari Bursa Efek Indonesia (delisting).

Perseroan bersama-sama dengan PT Iforte Solusi Infotek (Iforte) selaku pemegang saham pengendali Perseroan yang juga anak perusahaan PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) telah melakukan evaluasi secara menyeluruh atas strategi bisnis jangka panjang Grup TOWR dalam rangka pengelolaan aset dan operasional yang lebih efisien. 

"Sejalan dengan pelaksanaan strategi bisnis tersebut, dipandang perlu untuk melakukan restrukturisasi dalam Grup TOWR, termasuk meninjau ulang status kepemilikan saham oleh TOWR (secara langsung maupun tidak langsung) di beberapa anak perusahaan," kata manajemen dalam keterbukaan informasi, Selasa (21/4). 

Pengambilalihan saham Perseroan oleh Iforte telah selesai dilakukan pada tanggal 1 Juli 2024. Setelah selesainya pengambilalihan tersebut, sebagai pengendali baru dalam perusahaan terbuka, Iforte telah melaksanakan Penawaran Tender Wajib (MTO) yang selesai dilaksanakan pada 4 Oktober 2024.

Selanjutnya, Iforte juga sudah memulai pelaksanaan kewajibannya untuk melakukan pengalihan kembali saham Perseroan yang diperoleh dari pelaksanaan MTO (refloat). 

"Mempertimbangkan hal-hal di atas (termasuk perkembangan pemenuhan kewajiban refloat oleh Iforte tersebut di atas), Perseroan memutuskan untuk mengajukan rencana go private dan delisting," ujar manajemen. 

Perseroan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 5 Juni 2026 sehubungan dengan rencana ini. Jika disetujui, Iforte, selaku pemegang saham utama dan pengendali Perseroan, akan melakukan penawaran untuk membeli saham Perseroan yang dimiliki oleh publik melalui Penawaran Tender Sukarela.

Berdasarkan ketentuan, harga pembelian saham harus lebih tinggi dari harga rata-rata dari harga tertinggi perdagangan harian di BEI dalam jangka waktu 90 hari terakhir sebelum tanggal pengumuman RUPSLB, yaitu sebesar Rp5.374 per saham. Alhasil, harga yang akan ditawarkan Iforte kepada para pemegang saham adalah senilai Rp5.400 per saham. 

Baca Juga: Go Private, Saham Emiten Grup Djarum (IBST) Disuspensi BEI

Baca Juga: Jelang Delisting, Indointernet (EDGE) Tetapkan Harga Tender Offer Rp11.500

"Dalam hal rencana go private dan delisting disetujui dalam RUPSLB, maka para pemegang saham publik yang tidak bersedia menjual sahamnya dalam VTO akan tetap menjadi pemegang saham perusahaan tertutup," ujar manajemen. 

Sebagai pengingat, PT Inti Bangun Sejahtera Tbk melakukan IPO (Initial Public Offering) pada 31 Agustus 2012. Perseroan melepas 154.247.000 saham dengan harga penawaran Rp1.000 per lembar saham dan meraup dana sekitar Rp154,24 miliar.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri

Advertisement