Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PLN EPI Gandeng Green Marte Olah Sampah Jadi Energi Alternatif

PLN EPI Gandeng Green Marte Olah Sampah Jadi Energi Alternatif Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menjalin kerja sama strategis dengan PT Green Marte International, untuk mengembangkan pengolahan sampah menjadi energi alternatif.

Kolaborasi ini bertujuan memperkuat ketahanan energi nasional, melalui pemanfaatan ekonomi sirkular berbasis limbah.

Melalui kemitraan ini, kedua belah pihak akan fokus mengolah sampah perkotaan (municipal waste) dan limbah agrikultur, menjadi bahan bakar alternatif seperti biochar dan syngas.

Langkah ini diproyeksikan menjadi solusi ganda dalam mengurangi beban lingkungan, sekaligus menyediakan sumber energi bersih bagi pembangkit listrik.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengungkapkan, Indonesia memiliki potensi biomassa yang sangat besar, namun belum tergarap secara maksimal.

Berdasarkan data perusahaan, serapan biomassa saat ini masih sangat jauh dari total potensi limbah yang tersedia di tanah air.

"Saat ini serapan biomassa oleh PLN baru sekitar 2,5 juta ton per tahun, atau setara 2,5% dari potensi yang ada."

"Padahal, limbah agro di Indonesia diperkirakan mencapai 80 juta ton per tahun, dengan sekitar 60 juta ton di antaranya belum termanfaatkan secara optimal."

"Jika digabungkan dengan sampah nasional, total potensi bahan baku energi alternatif bisa melampaui 100 juta ton per tahun."

"Ini potensi yang sangat besar, tapi belum dimanfaatkan," ujar Hokkop dalam keterangannya, dikutip pada Rabu (22/4/2026).

Hokkop menambahkan, keberhasilan pengembangan biomassa sangat bergantung pada integrasi antara kecanggihan teknologi dan ketepatan model bisnis.

“Pengembangan energi biomassa harus terintegrasi antara teknologi dan model bisnis yang feasible, sehingga mampu memberikan manfaat optimal bagi sistem energi nasional,” tambahnya.

Sementara, Direktur Utama Green Marte International Teddy Sujarwanto menilai, sampah merupakan sumber daya strategis karena ketersediaannya yang berkelanjutan.

Pengolahan sampah menjadi energi dianggap sebagai langkah konkret dalam memperbaiki kualitas lingkungan.

“Pemanfaatan sampah sebagai energi menghadirkan peluang besar karena ketersediaannya yang berkelanjutan, sekaligus menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas lingkungan,” kata Teddy.

Salah satu fokus utama dari kolaborasi ini adalah produksi biochar sebagai substitusi batu bara, untuk mendukung program cofiring di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Melalui proses karbonisasi, limbah diolah menjadi bahan bakar dengan nilai kalor tinggi yang stabil, untuk digunakan dalam sistem pembangkitan listrik.

Baca Juga: PLN EPI Gandeng Kalimantan Powerindo, Bangun Hub Biomassa Raksasa di Kaltim

Selain pengembangan produk, kerja sama ini juga mencakup pembangunan biomass hub, riset teknologi pengolahan limbah, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) ini menjadi tahap awal untuk menguji kesesuaian teknologi, sebelum diimplementasikan dalam skala yang lebih luas guna mendukung target net zero emission. (*)

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus

Advertisement