Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Trump Akan Berpidato Soal Kripto, Hanya Bisa Dihadiri Pemegang Teratas Koin $TRUMP

Trump Akan Berpidato Soal Kripto, Hanya Bisa Dihadiri Pemegang Teratas Koin $TRUMP Kredit Foto: BBC
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat kembali menjadi sorotan terkait dengan dinamika regulasi kebijakan soal kriptonya. Kejutan berpotensi muncul mengingat adanya pidato terkait hal tersebut dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Gedung Putih mengatakan bahwa sang presiden dijadwalkan menyampaikan pidato dalam sebuah konferensi kripto pada Sabtu di Palm Beach, Florida. Trump akan menjadi pembicara utama dalam acara tersebut.

Baca Juga: Indodax Ekspansi ke Bali Demi Perkuat Ekosistem Kripto

Menurut situs resmi acara, kehadiran peserta dibatasi hanya untuk 297 pemegang teratas meme coin $TRUMP. Aset kripto tersebut memang terinspirasi dan dinamai sesuai dengan Trump.

Rencana kehadiran sang presiden dalam acara tersebut memicu kritik dari sejumlah senator di Partai Demokrat. Elizabeth Warren, Adam Schiff, dan Richard Blumenthal menilai kongres perlu menyelidiki potensi konflik kepentingan.

"Penting bagi Kongres untuk memahami sejauh mana presiden dan keluarganya memperoleh keuntungan dari bisnis kripto mereka," kata para senator tersebut.

Trump diketahui terlibat dalam sejumlah proyek kripto, termasuk meme coin atas namanya serta platform dari World Liberty Financial. Namun, Trump membantah adanya pelanggaran atau konflik kepentingan.

Sejak kembali menjabat, ia telah meluncurkan berbagai kebijakan yang mendukung industri kripto. Langkah ini dinilai sebagai upaya memperkuat posisi ekosistem aset digital global dari Amerika Serikat.

Keterlibatan langsung presiden dalam proyek kripto sekaligus tampil di acara yang terkait dengan aset tersebut memicu perdebatan mengenai etika dan transparansi.

Konferensi ini menjadi perhatian luas karena mempertemukan kepentingan politik, bisnis, dan teknologi. Dunia kini menyoroti bagaimana keterlibatan pejabat tinggi dalam industri kripto dapat memengaruhi kebijakan dan regulasi ke depan.

Regulasi sendiri menjadi sorotan karena merupakan hal penting bagi industri kripto. Misalnya terkait stablecoin, regulasi internasional atas hal tersebutmasih belum terang. Banyak yang masih menjadi perhatian regulator, termasuk dari Gubernur Bank of England, Andrew Bailey.

Bailey menyatakan bahwa kemajuan dalam pembentukan standar internasional untuk stablecoin mengalami perlambatan dalam satu tahun terakhir. Ia menyoroti pentingnya konsep “assured value”, yakni kepercayaan bahwa stablecoin dapat ditebus sesuai nilai nominalnya kapan saja.

Ia menegaskan bahwa tanpa standar global yang konsisten, risiko ketidakpastian akan meningkat. Menurutnya, perbedaan regulasi antar negara dapat menciptakan masalah serius.

Baca Juga: Bhutan Jual Besar-Besaran Aset Bitcoin, Mulai Tinggalkan Kripto?

"Kita memang harus memiliki standar internasional untuk mendukung nilai yang terjamin. Saya rasa kita tidak bisa membiarkan situasi di mana kita memiliki aturan main yang berbeda di berbagai negara untuk hal itu," kata Bailey.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar