Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Program Pensiun Wajib Dongkrak Aset Dana Pensiun ke Rp1.690 Triliun

Program Pensiun Wajib Dongkrak Aset Dana Pensiun ke Rp1.690 Triliun Kredit Foto: Unsplash/Zac Ong
Warta Ekonomi, Jakarta -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan total aset dana pensiun mencapai Rp1.690,64 triliun per April 2026 atau tumbuh 6,12% secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh program pensiun wajib.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan kinerja tersebut menunjukkan ketahanan industri dana pensiun dalam mengelola dana jangka panjang masyarakat di tengah dinamika ekonomi.

“Dari sisi industri dana pensiun, total aset dana pensiun per April 2026 tumbuh sebesar 6,12% year on year dengan nilai mencapai Rp1.690,64 triliun,” ujar Ogi dalam Konferensi Pers RDK Bulanan (RDKB), Jumat (5/6/2026).

Menurut Ogi, kontribusi terbesar berasal dari program pensiun wajib yang mencakup Program Jaminan Hari Tua (JHT), Program Jaminan Pensiun BPJS Ketenagakerjaan, serta program Tabungan Hari Tua dan akumulasi iuran pensiun bagi ASN, TNI, dan Polri.

Aset program pensiun wajib tercatat sebesar Rp1.280,50 triliun atau tumbuh 10,13% (yoy).

Dari sisi iuran, program pensiun wajib mencatat pertumbuhan 7,49% menjadi Rp40,11 triliun. Sementara itu, nilai manfaat yang dibayarkan meningkat 17,59% menjadi Rp25,95 triliun pada April 2026.

Baca Juga: OJK Catat Premi Asuransi Komersial Turun Jadi Rp116 Triliun hingga April 2026

Baca Juga: Premi dan Klaim Asuransi Non-Komersial Naik, Aset Justru Menyusut

Pada program pensiun sukarela, OJK juga mencatat kinerja yang positif. Nilai aset tumbuh 5,63% menjadi Rp410 triliun.

Nilai iuran program pensiun sukarela meningkat 12,23% menjadi Rp13,14 triliun, sedangkan nilai manfaat naik 18,70% menjadi Rp15,49 triliun.

Di sisi lain, industri penjaminan mencatat pelemahan dengan nilai aset turun 1,28% secara tahunan menjadi Rp46,73 triliun per April 2026.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Azka Elfriza
Editor: Annisa Nurfitri