Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Inilah Alasan Harga Bitcoin Gagal Tembus US$80.000

Inilah Alasan Harga Bitcoin Gagal Tembus US$80.000 Kredit Foto: Kaspersky
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga bitcoin melemah dan bertahan dalam area sekitar US$77.000 di Selasa (28/4). Hal ini terjadi setelah aset kripto tersebut gagal melanjutkan reli. Pergerakan ini lebih dipicu kehati-hatian investor dibanding perubahan sentimen pasar secara fundamental.

Analis Enflux mengatakan bahwa investor saat ini cenderung menahan posisi menjelang keputusan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Sejumlah data penting juga akan dirilis pekan ini, termasuk produk domestik bruto (PDB), inflasi dan indeks biaya tenaga kerja, yang akan menentukan arah kebijakan moneter dari Amerika Serikat.

Baca Juga: Michael Saylor: Crypto Winter Berakhir, Bitcoin Siap Masuk Fase Baru

Adapun harga minyak yang masih bertahan di atas US$100 per barel menjadi hambatan utama. Kondisi ini memperumit prospek inflasi dan mengurangi peluang kebijakan dovish dari Ketua The Fed, Jerome Powell.

Pasar kini menghadapi dua asumsi besar yakni ketegangan geopolitik akan mereda, namun tidak cukup cepat untuk memengaruhi kebijakan dalam waktu dekat. Akibatnya, peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat semakin kecil.

Enflux menyebut bahwa dalam kondisi tersebut, bitcoin kesulitan menembus level teknikal penting. Ia menilai kenaikan signifikan hanya bisa terjadi jika bank sentral memberi sinyal bahwa inflasi akibat lonjakan harga minyak bersifat sementara.

Di luar faktor makro, perkembangan industri akal imitasi juga mulai memengaruhi pasar kripto. OpenAI dilaporkan gagal mencapai target pendapatan, memicu kekhawatiran terhadap laju pertumbuhan permintaan terkait AI.

Perusahaan penambang bitcoin sebelumnya banyak berutang dan menjual aset untuk beralih ke bisnis pusat data akal imitasi yang dianggap lebih menguntungkan. Jika pertumbuhan teknologi itu melambat, tekanan jual dari penambang berpotensi berkurang dalam jangka panjang.

Namun, Enflux menyebutkan bahwa dalam jangka pendek, pelemahan sektor teknologi dan semikonduktor justru bisa menekan pasar kripto lebih lanjut.

Saat ini, bitcoin bergerak dalam rentang sempit, menunggu sinyal yang lebih jelas dari data ekonomi dan kebijakan moneter. Kombinasi faktor makro, geopolitik, dan dinamika industri teknologi membuat arah pasar masih penuh ketidakpastian.

Baca Juga: Harga Bitcoin Hari Ini (28/4): Rally Kembali Dipatahkan Negosiasi Amerika Serikat-Iran

Dengan banyaknya variabel yang saling bertentangan, investor diimbau untuk berhati-hati dan menunggu konfirmasi arah pasar sebelum mengambil keputusan besar.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar

Tag Terkait: