Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Gedung Putih Segera Umumkan Cadangan Strategis Bitcoin Amerika Serikat

Gedung Putih Segera Umumkan Cadangan Strategis Bitcoin Amerika Serikat Kredit Foto: BBC
Warta Ekonomi, Jakarta -

Amerika Serikat dikabarkan akan segera mengumumkan rincian terkait cadangan strategis bitcoin nasional atau Strategic Bitcoin Reserve (SBR).

Executive Director President’s Council of Advisors for Digital Assets, Patrick Witt mengatakan bahwa upaya pemerintah federal untuk menginventarisasi, memusatkan dan mengamankan kepemilikan bitcoin serta aset kripto lainnya telah berlangsung selama berbulan-bulan di belakang layar.

Baca Juga: Kevin O’Leary: Tanpa Regulasi, Tren Tokenisasi hingga Adopsi Bitcoin Cuma Hype!

Menurut Witt, Gedung Putih juga menghentikan praktik penjualan aset kripto sitaan secara besar-besaran yang sebelumnya dilakukan pemerintahan terdahulu.

“Kami mendengar berbagai cerita dan telah mengonfirmasi sebagian di antaranya mengenai cold wallet yang hanya disimpan di laci meja di berbagai lembaga pemerintah,” ujar Witt.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan lemahnya tata kelola penyimpanan aset digital pemerintah selama ini. Witt  menyinggung kasus dugaan peretasan aset digital milik U.S. Marshals Service. Ia menyebut hal itu sebagai alasan pentingnya sentralisasi penyimpanan aset kripto pemerintah.

“Itu menjadi contoh nyata mengapa presiden membentuk Strategic Bitcoin Reserve dan memerintahkan lembaga-lembaga pemerintah untuk memperlakukan aset ini secara serius serta mengamankannya dengan benar,” kata Witt.

“Custody untuk aset digital itu unik,” tambahnya.

Meski demikian, Witt menolak mengungkap jumlah bitcoin maupun aset kripto lain yang saat ini dimiliki pemerintah federal dari Amerika Serikat.

“Prioritas utama kami adalah membereskan pengelolaan internal terlebih dahulu. Kami ingin memastikan aset-aset ini tersimpan dan diamankan dengan baik sebelum membahas detail lainnya,” ujarnya.

Ia memberi sinyal bahwa pengumuman mendatang kemungkinan akan menjawab sejumlah pertanyaan terkait ukuran dan struktur cadangan strategis Bitcoin tersebut.

Witt juga menjelaskan bahwa tidak semua aset kripto hasil penyitaan otomatis akan masuk ke Strategic Bitcoin Reserve.

Menurutnya, aset yang masih berada dalam proses hukum akan tetap berstatus pending hingga proses penyitaan final selesai. Sebagian aset juga berpotensi dikembalikan kepada korban melalui mekanisme restitusi sebelum dipindahkan ke cadangan Bitcoin atau ke stockpile terpisah untuk aset kripto selain Bitcoin.

Di sisi regulasi, Witt mengatakan sebagian besar pekerjaan pemerintah saat ini berfokus pada aspek hukum terkait kewenangan lembaga negara dalam menyimpan aset digital, durasi penyimpanan, hingga potensi penarikan kembali oleh Kongres.

“Hal-hal seperti ini sebenarnya belum pernah benar-benar dieksplorasi sampai presiden menandatangani perintah eksekutif tersebut,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pembentukan Strategic Bitcoin Reserve tetap membutuhkan dasar hukum permanen melalui Kongres AS.

Witt menyebut sejumlah rancangan undang-undang yang tengah dibahas, termasuk BITCOIN Act yang diajukan Senator Cynthia Lummis serta American Reserves Modernization Act yang diajukan anggota DPR AS Nick Begich.

“Semua ini pada akhirnya tetap harus ditindaklanjuti dengan legislasi yang tepat,” ujar Witt.

Baca Juga: Surplus Listrik Hijau, Kolombia Bidik Jadi Hub Penambangan Bitcoin

Namun, kebutuhan akan dukungan undang-undang tersebut dinilai masih menjadi tantangan utama karena belum jelas kapan Kongres AS memiliki waktu dan dukungan politik yang cukup untuk meloloskan regulasi terkait cadangan strategis Bitcoin nasional.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar