Kredit Foto: Uswah Hasanah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup naik 28,83 poin atau 0,41% ke level 7.101,22 pada perdagangan Rabu, 29 April 2026. Sepanjang hari, IHSG bergerak sumringah dari kisaran level 7.063,99 ke 7.126,06.
Penguatan ini menunjukkan bahwa pelaku pasar tampak mengabaikan ketidakpastian konflik Amerika Serikat dan Iran. Laporan sebelumnya menyebut Iran telah mengajukan proposal baru untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung dua bulan, termasuk membuka kembali Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya de-eskalasi.
Namun, respons dari Donald Trump dan timnya cenderung skeptis. Mengutip laporan Wall Street Journal dan Reuters, proposal tersebut dinilai belum menyentuh isu utama terkait program nuklir Iran.
Kekecewaan tersebut membuat AS membatalkan pengiriman negosiator ke Pakistan. Trump bahkan menyebut Iran berada dalam kondisi collapse dan mendesak pembukaan Selat Hormuz di tengah ketidakpastian internal negara tersebut.
Pergerakan saham pada akhir perdagangan hari ini didominasi tren positif. Sebanyak 379 saham menanjak, 282 saham merosot dan 154 saham stagnan.
Hingga sore ini, IHSG mencatatkan volume perdagangan 42,7 miliar lembar saham dengan frekuensi 2,4 juta kali. Adapun nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp17,1 triliun dengan kapitalisasi pasar Rp12.663 triliun.
Baca Juga: Emiten Grup Bakrie (ENRG) Berencana Rights Issue 13,5 Miliar Saham
Baca Juga: Akuisisi Berlanjut, Perusahaan Hong Kong Bidik 86% Saham Puri Sentul (KDTN)
PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) memimpin posisi saham tercuan dengan lonjakan tajam 34,68% ke Rp167. Disusul PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk (TOOL) meroket 34,29% ke Rp94 dan PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) melejit 24,89% ke Rp2.960.
Sementara itu, saham terboncos hari ini adalah PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) ambles -14,87% ke Rp166, PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI) melorot -14,85% ke Rp172 dan PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) ambruk -14,63% ke Rp140.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham terlaris dengan nilai transaksi Rp1 triliun. Diikuti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp898 miliar dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) senilai Rp576 miliar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: