Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Dorong Talenta Digital, UTB Gelar Webinar Bersama ONE Indonesia, Indosat dan UiPath

Dorong Talenta Digital, UTB Gelar Webinar Bersama ONE Indonesia, Indosat dan UiPath Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Universitas Teknologi Bandung (UTB) kembali menunjukkan komitmennya dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja masa depan melalui kolaborasi strategis bersama Indosat Ooredoo Hutchison dan UiPath dalam webinar bertajuk “Digital and Automation for Future Careers” yang digelar pada Kamis, 30 April 2026. 

Kegiatan ini diikuti oleh ribuan mahasiswa Universitas Teknologi Bandung secara luring maupun daring, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap isu transformasi digital dan otomatisasi yang semakin relevan di dunia kerja saat ini. 

Webinar menghadirkan RPA Consultant IDStar, Mochamad Jehan Pahlepi, yang mengulas peran digitalisasi dan Robotic Process Automation (RPA) dalam mendorong efisiensi kerja di berbagai sektor.

RPA disebut mampu mengotomatisasi tugas berulang sehingga proses bisnis menjadi lebih cepat, akurat, dan minim kesalahan. Di lingkungan pendidikan, penerapan RPA dinilai relevan untuk mendukung operasional kampus, mulai dari monitoring sistem, pengelolaan database, hingga rekap laporan. 

Wakil Rektor Bidang Humas, Kerja Sama, dan Alumni UTB, Danny Aidil Rismayadi, menegaskan pentingnya kesiapan mahasiswa menghadapi perubahan industri yang semakin terdigitalisasi.

Hal senada disampaikan CEO ONE Indonesia, Roslani Christianti, yang menilai kolaborasi kampus dan industri membuka peluang luas, mulai dari persiapan karier, riset, hingga program magang. 

Dalam pemaparannya, Mochamad Jehan Pahlepi, menjelaskan bahwa RPA merupakan perangkat lunak yang meniru tindakan manusia untuk menjalankan tugas-tugas berulang dalam proses bisnis sehingga pekerjaan menjadi lebih cepat, efisien, dan minim kesalahan.

Ia juga menjelaskan penerapan RPA di berbagai bidang, termasuk di lingkungan pendidikan dan kampus. Materi ini sejalan dengan pemaparan bahwa RPA mampu membantu proses kerja seperti monitoring sistem, pengelolaan database, hingga rekap laporan operasional secara lebih efektif.

Jehan juga memberikan pesan penting kepada mahasiswa agar tidak takut menghadapi perkembangan teknologi yang terus berubah. 

“Jangan tertutup terhadap tren baru. Terus pelajari perkembangan tools RPA karena umumnya akan terintegrasi dengan teknologi lain. Apa yang dipelajari hari ini, kembangkan dengan memahami tren digital berikutnya. Jangan ragu mulai dari dasar, karena ke depan semuanya akan saling terhubung, termasuk dengan RPA,” ujarnya. 

Sementara itu, Roslani Christianti menyampaikan bahwa peluang kolaborasi antara dunia industri dan kampus, khususnya Universitas Teknologi Bandung, sangat terbuka luas. Menurutnya, kerja sama dapat dilakukan dari berbagai sisi, mulai dari mahasiswa, alumni, dosen, hingga kegiatan penelitian dan magang bersama. 

“Kolaborasi antara ONE Indonesia dan Universitas Teknologi Bandung sangat terbuka, mulai dari penguatan kesiapan karier mahasiswa hingga riset dan magang bersama. Didukung Indosat Ooredoo Hutchison dan UiPath, pembahasan saat ini berfokus pada RPA, namun ke depan dapat berkembang ke AI, teknologi digital, hingga AI Interview dan AI Assessment untuk mendukung kesiapan kerja,” jelasnya. 

Baca Juga: Jadi Andalan untuk Masa Depan AI, Wamenkomdigi: Anak Muda Harus Siap Rumuskan Kebijakan Teknologi

Baca Juga: Indonesia–Korea Sepakati MoU Offshore Plant untuk Teknologi, SDM, dan Reutilisasi Migas

Kolaborasi ini menjadi langkah nyata UTB dalam memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan industri, sekaligus membuka wawasan mahasiswa terhadap kebutuhan kompetensi kerja masa depan.

Dengan semangat inovasi dan kesiapan menghadapi transformasi digital, Universitas Teknologi Bandung terus membuktikan diri sebagai kampus yang keren, glowing, dan siap bersaing di masa depan.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Belinda Safitri