Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

PLN UIP JBB Sukses Energize Rekonduktoring SUTT 150 kV Cikande, Perkuat Keandalan Listrik Kawasan Industri Strategis di Banten

PLN UIP JBB Sukses Energize Rekonduktoring SUTT 150 kV Cikande, Perkuat Keandalan Listrik Kawasan Industri Strategis di Banten Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT PLN (Persero) melalui PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat (UIP JBB) berhasil melakukan pemberian tegangan pertama (energize) proyek rekonduktoring Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) Cikande Lama - New Cikande untuk arah Gunung Mulia Steel (GMS) dan Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) di Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Keberhasilan ini menjadi langkah strategis PLN dalam memperkuat keandalan pasokan listrik guna mendukung pertumbuhan kawasan industri Cikande yang terus berkembang.

Energize dilakukan secara bertahap, yakni pada Line Cikande Lama - Cikande arah GMS pada Sabtu, 7 Maret 2026, serta Line Cikande Lama - New Cikande arah IKPP pada 10 Mei 2026.

Proyek yang mendapat pasokan listrik dari Gardu Induk (GI) 150 kV Cikande ini memiliki panjang transmisi mencapai 3,969 kilometer sirkuit (kms) dengan cakupan pekerjaan pada 16 tower transmisi, mulai dari tower T.20A hingga T.35. Ruang lingkup pekerjaan meliputi rekonduktoring lintasan tower T.20A sampai dengan gantry GI 150 kV Cikande, termasuk pelepasan konduktor lama dan penarikan konduktor baru. 

Dalam pelaksanaannya, PLN menggunakan konduktor tipe Aluminium Conductor Composite Core (ACCC) Hamburg yang dilengkapi teknologi InfoCore, sebuah teknologi berbasis serat optik yang ditanam di dalam inti konduktor untuk memantau kualitas konduktor secara real time, baik sebelum maupun sesudah penarikan. Teknologi ini menjadi yang pertama kali digunakan di lingkungan PLN.

Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Barat 1 (UPP JBB 1), Haris Nasution mengatakan bahwa proyek ini menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan listrik pelanggan industri strategis di kawasan Cikande.

“Proyek rekonduktoring ini memiliki tantangan tersendiri karena jalur eksisting merupakan transmisi yang langsung melayani industri besar, sehingga penentuan jadwal padam harus dilakukan dengan sangat hati-hati dan terkoordinasi. Selain itu, penggunaan teknologi InfoCore juga membutuhkan pelatihan intensif dari pabrikan kepada para pekerja agar kualitas konduktor tetap terjaga hingga proses penarikan selesai,” ujar Haris.

Haris menambahkan bahwa penggunaan teknologi InfoCore memberikan nilai tambah dalam memastikan kualitas konstruksi jaringan transmisi sekaligus mempermudah pemantauan kondisi konduktor selama masa operasi, sehingga dapat meminimalkan potensi gangguan dan meningkatkan keandalan sistem kelistrikan.

Proyek ini juga mencatat capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 95,77 persen sebagai bentuk dukungan PLN terhadap penguatan industri nasional dan peningkatan daya saing dalam negeri.

Baca Juga: Dari Desa untuk Energi Nasional, PLN EPI Kembangkan Biomassa Digital

General Manager PLN UIP JBB, Yasir menyampaikan bahwa keberhasilan energize ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam menghadirkan infrastruktur kelistrikan yang andal untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di sektor industri.

“PLN terus berkomitmen menghadirkan sistem kelistrikan yang andal dan berdaya saing guna mendukung pertumbuhan kawasan industri strategis. Energize SUTT 150 kV Cikande ini diharapkan mampu meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi industri di kawasan Cikande sehingga dapat mendorong produktivitas, investasi, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” ungkap Yasir.

Ia menambahkan bahwa bertumbuhnya kawasan industri akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. “Dengan meningkatnya aktivitas industri, hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan penyerapan tenaga kerja serta mendorong tumbuhnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Cikande dan sekitarnya,” tutup Yasir.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Amry Nur Hidayat